Pawai Pembukaan Denfest VIII | Mengangkat dan Berkaca dari Cerita Tantri

559
Cerita Titi Banda oleh Siswa-siswi SMAN 4 Denpasar saat pembukaan Denfest ke-8. |foto-rk|

SULUH BALI, Denpasar – Cerita Tantri dikenal sebagai cerita yang dikemas dengan mengambil tokoh-tokoh binatang. Hal itu merupakan metode penyampaian dan pembelajaran terhadap nilai-nilai kehidupan yang universal. Bahkan hingga kini cerita-cerita tantri tersebut masih hidup, diingat, diceritakan maupun dijadikan tema dalam berbagai bentuk kesenian di Bali.

Penyalaan obor oleh peserta pawai pembukaan Denfest ke-8. |foto-rk|
Penyalaan obor oleh peserta pawai pembukaan Denfest ke-8. |foto-rk|

Cerita Tantri yang menarik dan sarat nilai itu juga yang dijadikan tema saat pembukaan pawai Denpasar Festival VIII, Senin sore (28/12/2015), di areal Catur Muka, Denpasar. Pawai yang dimulai pukul 17.30 wita itu, diawali oleh penampilan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dengan tema Tantri Kamandaka. Tampil dengan puluhan penari, lengkap dengan patung kereta kuda warna keemasan.

Disusul oleh komunitas seni Penggak Men Mersi, Kesiman. Anak-anak dan remaja ini menampilkan kreativitas fashion dengan busana yang terbuat dari bahan kertas, yang menghasilkan busana bertemakan binatang dan aneka bunga. Bahkan salah seorang dari meraka, memperagakan busana unik itu sambil bernyanyi di depan panggung kehormatan.

Peserta pawai pembukaan Denfest ke - 8. |foto-rk|
Peserta pawai pembukaan Denfest ke – 8. |foto-rk|

Kemudian dilanjutkan oleh siswa-siswi SMA Negeri yang ada di Denpasar untuk menampilkan kreasi seninya. Diawali oleh SMAN 3 Denpasar dengan tema Bhagawan Dharmaswami, yang diambil dari cerita Tantri tentang sifat loba dan ketamakan. Kemudian SMAN 8 Denpasar dengan tema juga dari cerita Tantri yakni I Cangak mati karena lobanya.

Sedangkan penampilan dan garapan dari SMAN 4 Denpasar, saat pawai pembukaan Denpasar Festival VIII sore itu, membawakan fragmentari yang berjudul Titi Banda. Mereka membawakan garapan tari yang diambil dari cerita Ramayanan ini dengan kolosal dan apik. Tepuk tangan penonton yang memenuhi sekitar Catur Muka pun terdengar keras usai penampilan mereka. Diikuti beberapa penampilan dari SMAN 5, SMAN 7, SMAN 2 dan SMAN 6 Denpasar yang tak kalah menarik dan memukau penonton. (SB-Rk)

Comments

comments

Comments are closed.