Pastika Tekankan Prinsip “Menyama Braya” Antar Umat Beragama saat Buka Bersama Kebangsaan

63
Sambutan Made Mangku Pastika dalam acara Buka Bersama Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pangdam IX Udayana, bertempat di Pelataran Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran.

SULUH BALI, Mangupura – Made Mangku Pastika yang juga didampingi oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta , menghadiri acara Buka Bersama Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pangdam IX Udayana, bertempat di Pelataran Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, pada Selasa (20/06).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Pastika mengungkapkan bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar, telah merdeka sejak 72 tahun. Namun dewasa ini berbagai peristiwa diberbagai daerah menunjukkan potensi ancaman yang sangat tinggi terhadap persatuan dan kesatuan bangsa mulai dari konflik antar kelompok, sampai pada ancaman radikalisme dan terorisme .

Hal itu menyebabkan kohesi dan persatuan nasional semakin  merenggang dan Kebhinekaan yang menjadi kerangka bangsa seakan terkoyak. Untuk itu, Gubernur Pastika yang juga pernah menjabat sebagai Kapolda Bali ini, menekankan agar seluruh masyarakat selalu mengedepankan prinsip menyama braya dalam hidup bermasyarakat.

Menurutnya, Menyama braya  merupakan simpul-simpul persatuan yang didalamnya berisi ikatan-ikatan kebersamaan dengan dilandasi oleh rasa saling memiliki serta dengan semangat kekeluargaan antar umat. Sudut pandang menyama braya  tidak hanya sempit pada tatanan keluarga besar pada sebuah garis keturunan semata, namun merupakan bagian dari proses persahabatan secara luas.

“Nyama Hindu, Nyama Islam, Nyama Kristen, Nyama Katolik, Nyama Konghucu dan Nyama Budha kita semua adalah nyama yang berarti saudara, yang harus melindungi, menghormati, mengasihi dan menyayangi satu sama lain sehingga tidak ada ketersinggungan antar nyama “, ujarnya. Pastika berharap, dengan acara buka puasa yang menghadirkan seluruh umat agama di Bali dan Nusa Tenggara ini bisa memberikan vibrasi positif terhadap keharmonisan hidup bermasyarakat diseluruh Indonesia khususnya  di Bali.

Sementara itu, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Komarudin Simanjuntak mengucapkan terimakasih atas kehadiran seluruh umat beragama yang ada di Bali dan Nusa Tenggara dalam buka bersama kebangsaan kali ini. Ia berharap dengan acara yang menghadirkan sekitar 6000 orang tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat di Negara yang heterogen ini.

Ia juga berharap dengan adanya buka puasa kebangsaan seperti ini dapat semakin menumbuhkan rasa saling menghormati dan saling memiliki satu sama lain antar umat beragama. Sehingga tidak ada lagi kecurigaan maupun saling ketersinggungan antar umat, yang mana semua adalah saudara.

“Saya harap dengan duduk bersama kita bisa memahami makna dari yang besar harus melindungi yang kecil, mayoritas menyayangi yang minoritas dan yang kecil menghormati yang besar, jika makna tersebut sudah dipahami maka kedamaian dalam hidup bermasyarakat di negara yang heterogen ini dapat terwujud dengan baik” pungkasnya. (SB-humprov)

Comments

comments