Pastika | SMA/SMK Bali Mandara, Sekolah Untuk Orang Miskin

37
Made Mangku Pastika bersama para peserta World Hindu Wisdom Meet 2017 untuk melakukan kunjungan ke SMA/SMK Negeri.

SULUH BALI, Singaraja – Nama besar SMA/SMK Negeri Bali Mandara terus berkumandang, hal ini menarik perhatian peserta World Hindu Wisdom Meet 2017 untuk melakukan kunjungan ke SMA/SMK Negeri milik Pemprov Bali, di Kubutambahan Buleleng. Sebanyak 48 orang peserta disambut oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, didampingi Kepala  SMA N Bali Mandara, Nyoman Darta dan Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Dewa Mahendra Putra saat tiba disekolah tersebut, Senin (12/6).

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika dalam sambutannya memberikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah menyempatkan hadir mengunjungi siswa siswi SMA/SMK Bali Mandara. “Kami atas nama sekolah dan Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi untuk seluruh tamu. Sekolah ini didirikan pada tahun 2011, jadi baru berumur enam tahun,” ujar Pastika.

Lebih lanjut Pastika menceritakan bagaimana sekolah ini dulu merupakan sekolah pertanian yang sudah ditinggal siswa dan gurunya selama 10 tahun. “Disini dibangun sekolah khusus untuk orang miskin, karena setelah saya keliling, sebagian besar anak yang miskin menjadi telantar, tidak sekolah, tidak menyelesaikan SMP,” katanya.

Dijelaskan, pembangunan sekolah ini dilaksanakan secara bertahap. Mulai dari satu gedung sampai pada akhirnya seperti saat ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap baik asrama, laboraturium, perpustakaan dan lainnya. “Saya bertanggung jawab untuk mengangkat derajat orang-orang miskin ini, dengan pendidikan, kepandaian, kepercayaan diri untuk menghadapi masa depan. Kita harus membentuk mereka menjadi pemimpin masa depan,” tegas Pastika.

World Hindu Wisdom Meet 2017 sebagai salah satu bagian World Hindu Parisad yang diadakan setiap tahun. Di dalam pertemuan ini dibicarakan berbagai hal, terutama sekali tentang Weda, yang merupakan sumber segala ilmu. “Mudah-mudahan hasil dari pertemuan ini dapat kita pedomani dalam rangka merevitalisasi Weda dan Hindu kita yang seakan-akan seperti ‘fading away’,” harap Pastika. (SB-humprov)

Comments

comments