Pastika Sediakan Ruang Dan Kesempatan Bagi Seniman Modern

48

Mangku Pastika saat serasehan seni Bali modern di Waribang. |foto-raka|

 

SULUH BALI, Denpasar – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan akan membuka ruang yang seluas-luasnya kepada para seniman modern untuk berkreasi menunjukkan kreatifitasnya dalam menyuguhkan karya seni modern tanpa mematikan kesenian tradisi.

“Para seniman modern itu perlu diberi ruang untuk berkreasi, untuk menyumbangkan kreativitas mereka, meyumbangkan karya mereka dalam rangka menuju Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera itu,” ungkap pastika dalam acara sarasehan peluang dan partisipasi seniman Bali modern dalam mewujudkan Bali yang mandara, di Denpasar. Kamis (6/11/2014).

Pastika juga menyarankan agar menggunakan Taman Budaya Art Center dalam melangsungkan pertunjukan jika memang dibutuhkan, karena menurutnya Taman Budaya sering terlihat sepi dan tanpa kegiatan, maka dari itu pihaknya sangat mengijinkan jika Taman Budaya dapat terus dilakukan untuk kegiatan seni.

“Kita punya Art Center tetapi sepi, terlihat ada aktivitas hanya waktu PKB saja. Saya berikan kesempatan untuk berkreasi, beraktivitas sebesar-besarnya jadi tidak ada pembatasan, saya terbuka dan kalau memerlukan fasilitas silahkan dibicarakan tetapi harus melalui perencanaan, karena tidak bisa tiba-tiba semua harus ada programnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan sangat menyetujui kesenian selalu dikembangkan baik tradisi maupun modern, karena menurutnya ini dapat menjadi cikal bakal industri ekonomi kreatif, termasuk design, fasion, teater dan banyak lagi. Ia juga mengatakan bahwa itulah industry kreatif yang sebenarnya dan jauh lebih berharga dari komuditas manufaktur yang lain, karena itu tidak pernah ada habisnya.

“Jadi sebenarnya orang Bali itu kreatif, inovatif, seni, nyeni itu modal dasar kita, tinggal sekarang kita beri ruang kemudian bagaimana memanfaatkannya menjadi sesuatu yang punya nilai ekonomis,” jelasnya.

Pastika juga mengingatkan aktivitas seni modern agar jangan sampai mematikan seni tradisional, “Semua harus tumbuh bersama-sama seiring sejalan saling menguatkan saling mengisi,” paparnya.

Ia menegaskan jika para seniman ada yang mendapat undangan sampai ke luar negeri itu tidak mungkin dapat dibantu oleh pemerintah, karena semua kegiatan harus terprogram dan tidak bisa secara tiba-tiba. “Saya bisa kasi jawaban yang tegas kalau itu tidak mungkin bisa, karena kalau kita yang keluarkan uang itu pasti kita yang salah. Karena semua kegiatan harus terprogram, disiapkan anggarannya dan ada pertanggungjawaban,” tegasnya.

Disamping itu Prof. Wayan Dibya selaku Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar berpendapat bahwa ruang untuk para seniman sebetulnya ada, hanya saja bagaimana menjalankan supaya ruang itu bisa berfungsi, salah satu seperti sekarang telah ada lanjutan dari Pesta Kesenian Bali (PKB).

“Agar warna even itu berbeda, Pesta Kesenian Bali bisa lebih banyak untuk yang tradisional dan Bali Mandara Mahalango lebih kepada kesenian modern. Untuk tempat kita bisa bekerjasama dengan dua fasilitas itu, Taman Budaya dan ISI Denpasar. Fasilitas tersebut akan bisa kita pergunakan secara maksimal dengan catatan ada satu sistem menejemen yang memadukan keduanya,” ungkap Prof. Dibya.

Ia juga mengatakan bahwa persoalan keterlibatan para seniman modern ini tidak bisa dianggap sebagai suatu hal yang sepele, ini sangat penting karena memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan kesenian tradisional itu sendiri.

“Karena dari segi ide dan gagasan itu sering kali memberikan suatu rangsangan kepada seniman tradisi untuk menghasilkan karya-karya tradisi yang lebih berkualitas. Jadi interaksi ini sangat penting kita bangun,” jelasnya. (SB-Lik)

Comments

comments