Pastika Sarankan Petani Manfaatkan Bio Urine

66

Pastika di sela-sela kunjungannya ke Kelompok Tani Bunga Mekar Sari, Buleleng. |foto-hum|

 

SULUHBALI.CO, Singaraja – Untuk meningkatkan dan menjaga hasil panen bunga agar tetap indah dan asli, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menyarankan agar petani bunga memanfaatkan bio urine yang telah banyak dihasilkan oleh unit  Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri). Hal ini disampaikan Pastika di sela-sela kunjungannya ke Kelompok Tani Bunga Mekar Sari yang terletak di Banjar Sari Kelod, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Jumat (4/7). “Manfaatkan hasil Simantri kita yang berupa bio urine, jangan terus menggunakan pestisida, saya yakin keaslian bunga pasti akan lebih terjaga”, tegasnya.

Pastika menambahkan agar petani menggunakan teknologi seperti misalnya pada proses penyiraman maupun pemeliharaan, hal ini menurutnya akan sangat membantu petani karena tanpa menggunakan teknologi tidak akan mampu memberikan kehidupan bagi petani. Pastika juga memuji usaha dari kelompok tani yang sudah ada sejak 2 tahun ini. “Saya lihat hasilnya sudah cukup bagus, namun jika nanti ada kesempatan hendaknya datang ke Thailand kawasan Chiangrai, disana sistem pertaniannya sangat bagus, sapa tahu kita bisa belajar disana dan mengembangkannya di daerah sendiri”, tambahnya.

Ketua Kelompok Tani, Ketut Supala menyatakan kelompok Tani ini sudah ada sejak Tahun 2012 yang beranggotakan 20 orang. Bunga-bunga yang ditanam oleh kelompok Tani ini antara lain Bunga Krisan, Calla Lely, Snow queen, Snap Ragon, Gladiol dan lain sebagainya. Menurutnya selama ini kelompoknya  sudah banyak dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng. Ia mengatakan dalam pemeliharaannya selama ini kelompoknya menggunakan pupuk organik yakni berupa kotoran sapi yang difermentasi. Namun mereka masih mengalami permasalahan yakni masalah penyakit Karat Daun yang banyak menyerang bunga.

Hal ini disebabkan oleh cuaca yang lembab karena lokasi penanaman yang berada di pinggir bukit. Sedangkan untuk jamur yang menyerang bunga biasanya mereka menyemprot dengan menggunakan fungisida. Oleh sebab itu, mengenai saran untuk menggunakan bio urine, ia menyatakan kelompoknya akan mengaplikasikannya untuk hasil panen yang lebih baik. Lebih jauh ia menyatakan selama ini hasil panen dari bunga-bunganya biasanya dibawa ke Florist-Florist dan Hotel-Hotel yang ada di Denpasar.

Di akhir kunjungan tersebut Pastika juga berpesan agar petani tetap menjaga dan mengembangkan hasil pertaniannya, “Hasil pertanian nantinya akan menjadi pariwisata untuk daerah kita, tetap jaga hasil panen supaya nanti bisa diturunkan kepada anak cucu kita”, pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Pastika juga mengunjungi Kelompok Tani Baru Maju yang berada di Desa Candi Kuning Kabupaten Tabanan. Kelompok Tani yang diketuai oleh Wayan Nada ini beranggotakan 30 orang. Kelompok Tani yang sudah ada sejak 2 tahun ini menanam paprika, bunga krisan dan sayuran. Menurut Nada, Paprika yang dihasilkan selama kurun waktu 1 tahun terus panen dan panennya bisa sampai 40 kg dengan harga tiap 1 kg mencapai Rp.30.000. Mendengar hal tersebut, Pastika menyarankan agar Petani tetap continue menanam Paprika tersebut. “Tetap continue tanam paprikanya, setelah sebulan tanam lagi karena prospeknya ke depan sangat bagus”, pesannya.(SB-hum)

Comments

comments