SULUH BALI, Denpasar – Perubahan yang terjadi setiap saat baik perubahan di tingkat lokal, nasional maupun global menuntut kita harus selalu siap untuk menghadapi perubahan. Perubahan yang merupakan isu yang bersifat tajam dan kompleks menuntut kita untuk mampu mengantisipasinya. Gerakan Pemberdayaan Kesejehateraan  Keluarga (PKK) yang titiknya ada pada keluarga memegang peran yang teramat penting dalam  mempersiapkan  generasi penerus  untuk siap menghadapai segala perubahan serta tantangan zaman yang terjadi.

Berbagai isu dan perubahan yang  terjadi di tengah tengah masyarakat termasuk di dalamnya kenakalan remaja, ancaman HIV /AIDS , narkoba serta tak kalah pentingnya  pengaruh negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi komunikasi.

Dengan berkembangnya teknologi komunikasi membuat komunikasi verbal semakin jarang , anggota keluarga sibuk dengan gadgetnya masing masing sehingga komunikasi  antar anggota keluarga mengalami penurunan. Belum lagi efek yang diakibatkan dari penggunaan gadget dimana hal ini berimpilikasi pada berkurangnya gerakan fisik yang dilakukan khususnya oleh para generasi muda.

“ Menghadapi tantangan kedepan kita perlu sehat mental, lahir dan bathin , “ imbuhnya. Untuk itu dituntut peran PKK yang dimulai dari keluarga untuk menghadapi semua paradigma perubahan yang terjadi di masyarakat dewasa ini. “ Nilai- nilai dalam keluarga harus kembali ditegakkan, ‘ tegasnya.

Demikian disampakan Gubernur Bali Made Mangku Pastika selaku pembina TP PKK Provinsi Bali dalam wawancaranya dengan awak media seusai membuka Rapat Kerja Daerah PKK Provinsi Bali Tahun 2016 di Gedung Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali Rabu (24/2).

Lebih lanjut Pastika juga mengingatkan pentingnya sinergitas program antara program yang dicanangkan oleh Pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi maupun daerah dengan program yang dicanangkan PKK. Pemerintah terkadang hanya tahu kondisi dari laporan laporan yang diberikan , namun PKK lebih tahu apa yang sesungguhnya dibutuhkan masyarkat karena PKK terjun langsung ke tengah masyarakat dan melihat potensi serta kebutuhan dari masyarkat itu sendiri.

“10 program pokok PKK itu harus didukung semua pihak baik pemerintah, LSM maupun masyarkat,” imbuhnya. Kemitraan yang baik dalam berbagai program pemberdayaan masyarkat akan mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan keluarga di Provinsi Bali.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Pastika dalam sambutan tertulisnya bahwasannya tantangan pembangunan daerah ke depan akan semakin berat seperti masih banyaknya Rumah Tangga Sasaran (RTS), angka buta huruf yang masih tinggi, layanan kesehatan yang belum merata. Belum lagi adanya tuntutan era globalisasi, persaingan yang semakin kompetitif, pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menuntut peningkatan kualitas diri dan kualitas keluarga agar mampu bersaing.

Untuk itu semua pihak mulai dari pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarkat agar memberikan perhatian serius pada potensi ancaman penurunan kulaitas kehidupan tersebut.

Menyinggung tema Rakerda yang bertajuk Gerakan PKK Siap Mendukung Revolusi Mental dalam pelaksanaan Program Bali Mandara Menuju Keluarga Sejahtera, orang nomor satu di Bali ini menekankan 3 hal strategis diantaranya revolusi mental, peningkatan kulaitas sumber daya manusia serta konsep keluarga sejahtera membawa masyarakat sejahtera.

Gubernur berharap revolusi mental yang terdiri dari integritas, etos kerja dan gotong royong  agar menjadi landasan progam PKK. Pastika  berharap pelaksannan Rakerda bisa menjadi wahana strategis untuk mengevaluasi program dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama setahun berjalan.

Rakerda diharapkan dapat berjalan dalam susana demokratis, menghargai partisipasi dan dapat mengakomodasi semua pandangan yang berkembang sehingga Tim Penggerak PKK mampu merumuskan program strategis dan inovatif untuk peningkatan kulaitas kehidupan masyarakat.

Pemerintah memberikan perhatian besar dalam memfasilitasi dan mendorong Gerakan PKK agar terus tumbuh dan berkembang sehingga mampu memberikan konstribusi bagi masyarkat, konstribusi dalam mensukseskan pembangunann daerah dan bersama sama mewujudkan masyarkat Bali yang maju, aman, damai  dan sejahtera.

Rakerda yang diikuti oleh 160 peserta dari TP PKK Provinsi, TP PKK Kab/Kota  serta SKPD terkait juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika serta Kepala BPMPD ( Badan Pemberdayaan Masyarkat dan Pembangunan Desa ) Provinsi Bali Ketut Lihadnyana. (SB-humprov)

Comments

comments