Pastika Optimis Masa Depan Simantri Sangat Bagus

98
Mangku Pastika saat mengunjungi salah satu simantri di Klungkung. |foto-humprov|

SULUH BALI, Klungkung – Kebutuhan bahan pangan masyarakat yang semakin hari semakin meningkat tidak sebanding dengan kondisi lahan pertanian di Bali yang semakin sedikit. Dan keberadaan program Sistem Pertanian Terintegrai (Simantri) merupakan salah satu solusi yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan bahan pangan masyarakat Bali.

Jika dikelola dengan baik dengan memanfaatkan teknologi pertanian secara maksimal, bukan tidak mungkin prospek Simantri akan sangat bagus kedepannya.  Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat turun langsung meninjau Simantri 453 Kelompok Tani Ternak Telaga Sari di Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, Senin (4/7).

“Bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan pangan, Simantri ini nantinya akan menghasilkan produk makanan yang sehat karena semuanya organik dan itu  semakin hari semakin dicari oleh masyarakat, jadi kedepannya saya yakin Simantri ini akan bagus masa depannya,” jelas Pastika.

Ia menegaskan bahwa Simantri itu tidak sesederhana yang dibayangkan oleh orang – orang namun perlu keseriusan dan kerja keras dari para anggotanya. Ia menjelaskan bahwa di dalam program Simantri terdapat sebuah tujuan besar yakni menjadikan Bali sebagai Pulau organik selain itu juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan petani dan menarik perhatian generasi muda untuk mulai melirik sektor pertanian sebagai mata pencaharian.

“Sekarang para generasi muda itu tidak mau jadi petani, petani itu identik dengan miskin, kotor, kerjanya berat, namun dengan Simantri ini, kita berusaha menghilangkan stigma tersebut,” jelas Pastika. Untuk itulah , menurutnya, Simantri t harus mampu menerapkan teknologi – teknologi terbaru di bidang pertanian agar memperoleh hasil yang lebih maksimal.

“Kita sudah harus mulai meninggalkan cara bertani tradisional, kita manfaatkan teknologi, dan itu akan menarik perhatian generasi muda untuk bertani karena mereka suka dengan teknologi dan inovasi,” imbuh Pastika. Lebih lanjut Pastika meminta  agar para petani juga harus mengetahui kebutuhan pasar, dan teknik pemasaran. Menurutnya petani di Bali cenderung kurang memahami pasar dan pemasaran sehingga menyebabkan pendapatannya tidak maskimal. “Kita harus belajar dari pasar, jangan asal tanam, kita harus survei dulu apa yang laku dipasaran, itu yang kita tanam,” tegas Pastika.

Sementara itu Ketua Simantri 453 Kelompok Tani Ternak Telaga Sari I Putu Adnyana Putra, mengucapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan yang telah dilakukan ke kelompoknya. Ia menjelaskan sejak berdirinya Simantri yang dipimpinnya tersebut pada tahun 2014, dari 20 sapi betina dan 1 ekor sapi jantan, sampai saat ini telah menghasilkan 10 ekor anak dari hasil kawin secara alami yang diantaranya 4 ekor telah dijual.

Ia juga menyampaikan, saat ini keompoknya tengah mencoba menanam padi di lahan seluas 500 are dengan  sama sekali tidak menggunakan pupuk kimia namun menggunakan pupuk oranik hasil dari Simantri dan dalam waktu dekat akan segera panen.

Usai mengunjungi Simantri tersebut,  Gubernur Pastika dan rombongan menuju Desa Paksa Bali untuk meninjau salah satu penerima bedah rumah yang bernama Putu Wahyuni (44). Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Pastika menyempatkan diri untuk melihat – lihat proses pengerjaan rumah tersebut dan berdialog dengan Putu Wahyuni yang merupakan seorang janda yang ditinggalkan oleh suaminya saat sedang mengandung anak pertamanya Wayan Gede Ariawan (20) yang saat ini baru saja menamatkan SMA.

Dengan penghasilan dari buruh pengupas kulit kelapa yang pengahasilannya hanya mencapai 25 ribu perhari, Wahyuni mengaku tidak mampu untuk membiayai kelanjutan pendidikan anaknya tersebut sehingga terpasa anaknya tersebut bekerja di gudang. Sementara itu, Kepala Desa Paksa Bali Putu Ariadi mengucapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan dari Gubernur Pastika, ia menjelaskan bahwa Wahyuni tersebut merupakan salah satu penerima bedah rumah dari 8 unit bedah rumah yang diterima desanya untuk tahun 2016.

Ia juga menjelaskan, sejak tahun 2010 desanya telah memperoleh 30 bantuan bedah rumah dan juga telah memperoleh bantuan Gerbangsadu di tahun 2015. Pada kesempatan tersebut, Ariadi juga memohon bantuan Pastika untuk dapat memanfaatkan lahan Provinsi yang terletak didesanya yang nantinya akan dijadikan tempat pengolahan sampah terpadu bersama 3 desa dinas lainnya di Kecamatan Dawan.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Pastika didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Provins Bali  I Nyoman Wenten, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan I B Wisnu Ardhana, dan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sembako yang diserahkan oleh Kadis Sosial dan disaksikan langsung oleh Gubernur Pastika. (SB-humprov)

Comments

comments