Pastika Minta Temukan Penulis Spanduk “Penggal Kepala”

299

Gubernur Mangku Pastika saat jumpa pers soal spanduk yang menyerang dirinya. (foto raka)

SULUHBALI.CO, Denpasar – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menanggapi serius kasus pemasangan spanduk berisikan kata-kata hujatan ‘Penggal Kepala Mangku P’ dan lainnya serta cap jempol darah yang dilakukan sekelompok orang dari yang menyebutkan dirinya JALAK Sidakarya, Denpasar. Dalam spanduk ini juga berisi penolakan terhadap Reklamasi Tanjung Benoa.

“Saya merasa sangat terganggu, dan saya pikir ini serius karena itu judulnya ‘Penggal Kepala Mangku P’ dan ada juga yang lainnya. Tapi saya tahu tidak mudah memenggal kepala orang, apalagi kepala saya,” kata Pastika saat mengadakan jumpa pers di Pressroom Kantor Gubernur Bali. Kamis (27/2).

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke Polda dan diharapkan pelaku dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti. “Hal ini sudah saya laporkan ke Polda berikut dengan barang buktinya sudah di Polda, ini bisa dikenai Pasal 336 tentang mengancam membunuh orang. Saya harap polisi bisa cepat menemukan orangnya dan kalau polisi tidak menemukan biar saya yang cari sendiri,” ujarnya.

Saat ditanya wartawan, kalau sudah ditemukan, apa yang akan dilakukan terhadap penulis spanduk itu. Pastika dengan lugas akan bertanya apakah yang bersangkutan sudah pernah memengga kepala orang. Karena itu, Pastika mengaku akan terus mengusut siapa dalang di balik spaduk hujatan tersebut, yang kini sudah diamankan di kantor Polda Bali.

Pastika juga telah menindaklanjuti daripada cap darah tersebut dengan melakukan tes DNA terhadap darah-darah tersebut agar benar-benar diketahui darah siapa yang menempel pada tulisan tersebut dan siapa yang harus bertanggung jawab atas darah tersebut.

mangku1
Sebagian isi spanduk dari kelompok Jalak Sidakarya. (foto raka)

“Pakai cap darah itu sudah merupakan persoalan, karena ini bukan merupakan darah ayam melainkan darah manusia dan saya sudah suruh cek semua darah tersebut, darah siapa yang menempel dan apa betul-betul berani dia mengeluarkan darahnya atau mengeluarkan darah saya,” tambahnya.

Dalam tulisan tersebut terselip juga tulisan nama partai tertentu, Pastika mengatakan “ini sudah sangat kelewatan ada tulisan partai tertentu disana apa maksudnya, apakah betul itu atas perintah partai kita juga harus selidiki,” ujarnya.

Lebih lanjut pastika juga menyatakan keinginannya untuk menemui salah satu wartawan media “Bali Post”. “Saya sangat ingin bertemu dengan Widana karena sebenarnya yang ingin kepala saya lepas dari badan saya adalah Widana atau bosnya, saya juga ingin bertanya sudah pernah potong orang, apa belum,” kata Pastika.

 

Polisi Bergerak

Ditempat terpisah, Kepolisian Daerah Bali saat ini mendalami laporan Gubernur Bali Made Mangku Pastika terkait spanduk yang berisi ancaman terhadap orang nomor satu di Pulau Dewata itu.

“Kami sudah terima laporannya dan saat ini tengah dipelajari,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Hariadi di Denpasar, Kamis.

Menurut dia, penyelidikan baru bisa dilakukan setelah polisi mempelajari dan mendalami laporan tersebut. Saat ini, kata dia, laporan terkait ancaman dalam spanduk itu telah ditangani penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Umum.  (SB-lik/ant)

Video-gustiar

 

LIKE : https://www.facebook.com/suluhbaliCO

https://twitter.com/SuluhBaliDotCo — @suluhbalidotco

 

Comments

comments

Comments are closed.