Pastika Minta PPIT Ikut Garap Potensi Wisatawan Tiongkok

621
Gubernur Pastika (kiri) berbincang dengan Bondan Gunawan, Wirawan Hadi dan Konsul Tiongkok Hu Yin Quan (foto hum.Bali).

1. Bukan Organisasi Komunitas Kesukuan atau Keturunan

Fragmen tari Balingkang (foto ist).

 

SULUH BALI, Denpasar — Gubernur Bali Made Mangku Pastika minta dukungan warga Bali keturunan Tionghoa untuk dapat mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan dari Negeri Tirai Bambu. Harapan itu disampaikannya pada pelantikan pengurus DPD Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Daerah Bali di Hongkong Garden Restaurant, Sabtu (28/11).

Lebih jauh Pastika menjelaskan, setiap tahun tak kurang dari 100 juta Warga Tiongkok berwisata ke destinasi-destinasi yang tersebar di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 600 ribu yang berkunjung ke Pulau Dewata. Kata Pastika, angka itu terbilang kecil jika dibandingkan potensi yang sangat besar. “Paling tidak, Bali kebagian 2 atau 3 juta wisatawan Tiongkok,” tandasnya.

Untuk itu, Pastika sangat berharap PPIT ikut menggarap potensi tersebut.”Ini peluang bagi warga Bali keturunan Tiongkok,” tandasnya. Guna merangsang lebih banyak lagi turis Tiongkok datang ke Bali, pelaku pariwisata diminta peka terhadap apa yang diinginkan dan tidak disukai mereka. “Yang mereka sukai antara lain makan, laut dan spa. Mereka tidak suka diajak belanja ke toko souvenir,” bebernya. Hal-hal tersebut harus mendapat perhatian serius agar Bali mampu menyedot lebih banyak lagi pelancong Tiongkok.

Dalam kesempatan itu, Pastika juga mengucapkan selamat kepada ketua dan jajaran pengurus PPIT yang baru dilantik. Menurutnya, hal ini merupakan tonggak penting bagi PPIT Bali untuk memulai langkah memantapkan hubungan persahabatan Tiongkok-Indonesia, khususnya di Daerah Bali.

Dia berharap organisasi ini turut memberi sumbangsih bagi kemajuan Bali, khususnya dalam bidang perekonomian. Terlebih, selama ini perekonomian Bali banyak dipengaruhi oleh aktifitas warga Tionghoa. Lebih dari itu, hubungan Bali dengan Tiongkok telah menorehkan catatan cukup panjang. Kata Pastika, hubungan Bali-Tiongkok telah terbangun sejak jaman kerajaan yang dibuktikan dengan adanya akulturasi budaya.

“Sampai sekarang kami masih menggunakan uang kepeng, bentuk bangunan pura pun banyak dipengaruhi arsitektur China,” paparnya. Pastika berharap, ke depannya hubungan ini makin erat dan kedua belah pihak dapat memetik manfaat positif. Orang nomor satu di Bali ini juga mengingatkan agar PPIT tak menjadi kelompok yang eksklusif. “Warga Bali keturunan Tionghoa harus merasa ikut memiliki dan membangun Bali,” pungkasnya.

Ketua Umum PPIT Bondan Gunawan, usai melantik pengurus DPD PPIT Bali , menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya bukan organisasi komunitas kesukuan ataupun keturunan, “Walau anggotanya dimana-mana banyak suku Tionghoa, namun organisasi ini adalah organisasi Publik to Publik. Antara warga Indonesia dengan warga Tiongkok.” Ditambahkan mantan Menteri Sektretaris Negara di era Presiden Abdulrahman Wahid (Gusdur), sebagai jembatan komunikasi antar dua bangsa, lembaganya akan meningkatkan kerjasama di dalam berbagai bidang dan juga pertukaran kebudayaan untuk meningkatkan pemahaman wawasan diantara kedua bangsa.

Hadir pula Konsul Jendral Tiongkok untuk Bali Hu Yin Quan, yang dalam kesempatan itu merasa beruntung, dengan adanya lembaga yang sifatnya publik to publik di antara kedua bangsa, maka nantinya akan memudahkan dalam jalur birokrasi untuk terjadinya hubungan kerjasama yang lebih intens dalam berbagai bidang.

Sementara itu, Ketua DPD PPIT Cahaya Wirawan Hadi yang baru dilantik menyampaikan terima kasih atas support Gubernur Pastika. Kata dia, kehadiran PPIT sebagai salah satu wadah warga Bali keturunan Tiongkok bukanlah untuk bersaing. “Kami ingin merangkul berbagai pihak untuk kepentingan yang lebih besar yaitu mendorong hubungan yang lebih erat antara Indonesia dan Tiongkok,” imbuhnya. Dia juga menyampaikan berkomitmen akan memberi kontribusi bagi kemajuan daerah Bali.

Acara pelantikan juga dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto dan Plt.Karo Humas Ketut Teneng dan para hadirin dari seluruh Bali. Acara juga diisi fragmen tari Balikang, yang menceritakan tentang pernikahan raja Bali Jaya Pangus dengan putri pedagang dari negeri Tiongkok Kang Ching Wie dan tarian lainnya serta nyanyian lagu Mandarin. (SB-hum.bali/wan)

2. Susunan Dewan Pengurus PPIT Bali 2015-2018

Foto bersama Pengurus PPIT dan Gubernur dan Kapolda Bali (foto Chandra).

Dewan Pembina
– Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari
– Putu Kangen Disastra

Dewan Pertimbangan
– Prof. Dr. dr. K. Sukardika, Sp. MK.
– Prof. Dr. I Wayan Dibia, MA.
– Prof. Dr. Dra. Ni Luh Sutjiati Beratha, MA.
– Prof. Dr. Drs. I Wayan Ardika, MA.

Dewan Penasehat
– Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si.
– Prof. Dr. Ir. I Wayan Windia, MS.

Dewan Kehormatan
– Erlina Kang Adiguna
– Hendra Pangestu
– Sutikno Wibowo
– Sulistiawati
– Febrina Sulistiani
– Hendra Wasita
– Seto Hemming
– Tjandra KH
– Wong Sik Ton
– Kusuma Rijaty
– Wayan Wiratha
– Ni Wayan Murni
– Liang Budiarta, S.H.
– Rudy Candra

Ketua
– Cahaya Wirawan Hadi

Wakil Ketua
– Budiana K.
– Dianto Santosa

Sekretaris
– I Made Adnyana, SH, MH
– Wong Kian Huei
– Ayu Lestari

Bendahara
– Hadi Saputra
– Andang Sugiarto

Bidang Perdagangan
– Toni Mulyadi

Bidang Pertanian
– Ir. Ni Made Trigunasih, MP
– Silvia Suhartini

Bidang Pariwisata
– Chandra Salim
– Efendy

Bidang Kesehatan
– Andoyo Tanujaya
– Sutikna Juwono
– Hari Subianto

Bidang Sosial
– Ir. Aswin Pangestu
– Ir. Tantra Wiguna

Bidang Pendidikan
– Dr. Yustine Indah
– IB Erwin Ranawijaya, SH, MH

Bidang Seni
– Agus Usadha
– Iwan Darmawan
– Hie Ki Shin

Bidang Olahraga
– Gusti Bagus Nyoman Wiranata, SH, M.Si
– Mulyadi Kantiana
– Wayan Eka Dana

Bidang Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan
– Ir. Nyoman Jaya Kusuma
– Oei Tjin An
– I Putu Budhi Dharma, S.T.

3. Comments

comments