Pastika Minta Pendamping Simantri Serius Dampingi Petani

146

SULUH BALI, Denpasar –  Made Mangku Pastika meminta para pendamping program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) dapat lebih serius dalam mendampingi petani dan mengelola aktivitas di unit penerima Simantri.

“Pendamping Simantri nantinya bisa menjadi regenerasi petani, mengingat usia para petani di Bali yang rata-rata sudah diatas 50 tahun sehingga regenerasi petani amat diperlukan,” kata Pastika saat memberikan sambutan pada pemberian penghargaan dan hadiah kepada Simantri Berprestasi Tingkat Provinsi Bali, di Amlapura, Karangasem, Sabtu (19/9/15).

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Bali melalui program Simantri yang diluncurkan sejak 2009 itu berupaya maksimal agar petani bisa sejahtera sehingga ada generasi muda yang mau menjadi petani.

Dia juga berharap agar Simantri berintegrasi dengan kegiatan sub sektor terkait sehingga agribisnis dapat dilaksanakan lebih fokus, terpadu, bersinergi dan berkelanjutan, karena Simantri yang ide dasarnya yaitu “zero waste” dalam artian semua aspek yang dihasilkan dalam simantri akan memberi daya guna tidak ada yang terbuang.

“Jika kotoran sapi bisa dipakai pupuk, limbah tanaman bisa digunakan sebagai pakan ternak, limbah cair bisa digunakan sebagai biogas sehingga tidak ada limbah yang tidak terpakai atau zero waste,” ujar Pastika.

Pastika optimistis dengan upaya tersebut petani di pedesaan akan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Dalam kesempatan tersebut, Pastika juga memberi ucapan selamat kepada Gapoktan (gabungan kelompok tani) Simantri yang telah berhasil memperoleh prestasi pada tahun ini.

“Penghargaan dan hadiah yang diraih bukanlah akhir dari kerja yang dilakukan. Saya berharap peningkatan kinerja tetap dilakukan dalam memantapkan dan mengembangkan usaha,” katanya.

Sedangkan kepada gapoktan yang belum berhasil mendapat prestasi di tahun ini. Pastika mengimbau untuk tetap bersemangat, tetap bekerja dan terus meningkatkan akivitasnya dalam menghasilkan produk produk berkualitas sehingga Bali sebagai Pulau Organik akan dapat terwujud.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana dalam laporannya menyampaikan bahwa sampai akhir tahun 2015 telah terbangun sebanyak 550 unit Simantri tersebar di seluruh Bali.

Program Simantri telah melakukan beberapa inovasi dan penyempurnaan yang antara lainnya yaitu melengkapi Simantri dengan los kerja yang berfungsi sebagai tempat pertemuan kelompok, perbaikan teknik pengolahan limbah, mengasuransikan ternak sapi bekerjasama dengan PT Jasindo, mengharuskan setiap Simantri melaksanakan demplot pertanian organik serta mensinergikan program subsidi pupuk organik dengan Simantri.

Terkait lomba tersebut, ujar Wisnuardhana, diikuti oleh 8 Simantri. Satu Simantri mewakili satu kabupaten yang sebelumnya telah diseleksi oleh delapan pemerintah kabupaten di Bali.

Tim evaluasi Lomba Simantri Provinsi Bali, penilaiannya dilaksanakan pada minggu III dan IV Agustus 2015. Adapun aspek yang dinilai yaitu dinamika kelompok, aspek teknis, sosial dan ekonomi serta keberhasilan yang telah dicapai masing masing simantri.

Adapun pemenang lomba kali ini diraih Simantri 293 Gapoktan Mekar Sari Desa Antiga Kelod, Manggis Kabupaten Karangasem di peringkat pertama, peringkat kedua diraih oleh Simantri 362 Mekar Sari Desa Baha, Simantri 285 Gapoktan Madani Desa Sampalan Kelod Dawan Klungkung di posisi ketiga. (SB-ant)

Comments

comments