Pastika Minta Calon Investor Bandara Buleleng Tidak Diganggu

1769
Made Mangku Pastika (foto ist).

SULUH BALI, Denpasar –– Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta masyarakat di daerah itu mendukung rencana pembangunan bandar udara baru di Kabupaten Buleleng dengan bersikap kooperatif terhadap investor.

“Investor itu belum tentu jahat. Tetapi, kadang kalau ada investor langsung diganggu banyak orang, akibatnya lari lagi. Dulu pernah ada investor India yang akhirnya lari,” kata Pastika di Denpasar, Kamis (28/4/2016).

Menurut Pastika, jangan sampai ada pihak-pihak yang berlaku kontradiktif, di satu sisi menginginkan ada investasi, tetapi investornya justru dimusuhi.

“Orang naruh duit ‘kan ingin dengan senang hati dan aman. Kalau tidak senang hati mereka juga tidak mau. Apalagi tidak aman. Jadi kita jangan gembar-gembor minta ini itu tetapi begitu orang mau investasi belum apa-apa diganggu,” ucapnya.

Sejauh ini, tambah Pastika, pihaknya mendengar isu bahwa sudah ada oknum yang mengganggu calon investor dengan mengatakan izinnya akan dipersulit, rekomendasi dipersulit, hingga oknum yang datang hendak memeras.

Mantan Kapolda Bali itu mengharapkan masyarakat jangan khawatir dan berpikiran negatif terhadap investasi karena pemerintah daerah masih bisa melakukan pengendalian.

“Tahapan perizinan itu pengendaliannya ada di kita, tunggu dululah, pasti akan kita kendalikan. Pemerintah dengan DPRD, dan semua pasti akan mengendalikan, jangan khawatir lah,” ujarnya.

Sedangkan Pemprov Bali tidak mungkin dapat membiayai pembangunan bandara baru tersebut karena dibutuhkan biaya mencapai Rp30 triliun.

Pastika mengatakan, jika dipaksakan dibiayai pemerintah daerah, sama artinya harus menyetop semua belanja APBD selama beberapa tahun, dan itu tentu saja tidak mungkin dilakukan.

Pihaknya akan segera mengeluarkan rekomendasi untuk Airport Kinesis Canada (AKC) yang tertarik untuk mengembangkan pembangunan bandara baru di Kabupaten Buleleng. Investor ini berencana membangun bandara baru di atas laut.

“Saya sudah menerima pemaparan dari AKC yang sampai sejauh ini saya lihat paling serius. Mereka surveinya sudah agak jauh, bahkan sekarang masih menunggu rekomendasi dari pemerintah provinsi dan kabupaten,” ucapnya.  (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.