Pastika Menjelaskan Perbedaan Generasi X, Y dan Z

842
Gubernur Made Mangku Pastika memeriksakan tekanan darah di sela-sela kegaitan PB3AS (foto humas.bali).

SULUH BALI, Denpasar — Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengimbau masyarakat untuk memberi pengawasan ekstra pada generasi “Z” atau kelompok generasi yang lahir dari 1995-2010 karena mereka sejak kecil sudah akrab dengan teknologi yang canggih.

“Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka. Untuk meminimalisasi dampak negatif akibat kemajuan teknologi yang mereka gunakan, diperlukan suatu pengawasan ekstra dari para orang tua,” kata Pastika saat berorasi pada Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Denpasar, Minggu.

Menurut dia, pengawasan ekstra yang diperlukan adalah dengan menanamkan pendidikan yang berkarakter seperti disiplin, jujur, religius, toleransi, kerja keras, tanggung jawab serta hal-hal positif lainnya.

Pastika menambahkan, terdapat perbedaan karakteristik ataupun metode pembelajaran pada masing-masing generasi. Menurutnya generasi X (lahir tahun 1965-1980) memiliki karakter yang mampu beradaptasi, mampu menerima perubahan dengan baik dan disebut sebagai generasi yang tangguh, memiliki karakter mandiri dan loyal (setia) dan tipe pekerja keras.

Sedangkan Generasi Y (lahir tahun 1981-1994), memiliki karakteristik pola komunikasi yang terbuka, pemakai media sosial yang fanatik dan kehidupannya sangat terpengaruh dengan perkembangan teknologi, lebih terbuka dengan pandangan politik dan ekonomi, sehingga mereka terlihat sangat reaktif terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di sekelilingnya, serta memiliki perhatian yang lebih terhadap kekayaan.

“Generasi Y inilah yang akan menguasai dunia dalam beberapa tahun ke depan,” ujar mantan Kapolda Bali itu.

Namun, lanjut Pastika, karakteristik yang dimiliki oleh generasi Z yang merupakan generasi penerus dari Y, harus diawasi secara ekstra dan dengan metode yang dapat mereka terima.

“Sebagai orang tua, generasi X dan Y harus bersikap tegas tapi lembut dan sabar, membangun dialog dan komunikasi yang sehat serta terbuka, hadir secara utuh mendampingi mereka, serta memberikan pendidikan dengan nilai karakter positif dengan penuh cinta,” katanya.

Sehingga generasi Z yang secara penuh dihadapkan pada peralatan digital masih bisa dibentengi dengan berbagai hal-hal positif yang diberikan oleh keluarga, dunia pendidikan dan lingkungan masyarakat sekitar. (SB-ant)

Comments

comments