Pastika Jajaki Kerjasama Penanganan Situasi Gawat Darurat Dengan Australia

80
Mangku Pastika saat menerima audensi Konsulat Jendral (Konjen) Australia Helena Studdert di ruang kerja Gubernur. |foto-hum|

SULUH BALI, Denpasar – Berkaca dari kejadian teror bom yang terjadi di Sarinah Jakarta kemarin siang, mengingatkan Bali  untuk lebih meningkatkan keamanan serta  kewaspadaan ,  terlebih Bali merupakan salah satu target dari aksi teroris. Upaya penanganan keadaan gawat darurat menjadi salah satu poin penting yang harus diantisipasi pasca terjadinya aksi teror.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima audensi Konsul Jendral (Konjen) Australia, Helena  Studdert, di ruang kerja Gubernur Jumat (15/1). Pastika menyampaikan dalam upaya tersebut diperlukan tim keamanan serta tenaga medis yang dapat bereaksi cepat dan terlatih  dalam menetralisir keadaan serta memberi pertolongan kepada para korban sekaligus melakukan penanganan trauma  terhadap korban.

Untuk itu Gubernur Pastika berkeinginan mengirimkan tenaga keamanan serta petugas medis dari Bali yang terdiri dari para dokter serta perawat untuk mendapatkan pelatihan di Darwin Australia.

Menurut nya Darwin adalah pilihan yang tepat sebagai tempat pelatihan, selain memiliki  sistem penanganan kegawat daruratan dengan kualitas tinggi,  juga dikarenakan letak Darwin yang tidak begitu jauh dari Indonesia. Disamping pelatihan tenaga keamanan dan tenaga medis, orang nomor satu di Bali ini juga menekankan keinginannya dalam peningkatan kerjasama intelijen  dalam hal mengantisipasi serangan teror terjadi di Bali.

Ia juga mengingatkan  semua pihak  tahu, semua negara tahu kalau Bali menjadi target operasi pengeboman, sehingga Bali harus siap selalu untuk kejadian terburuk dan kita akan terus meningkatkan keamanan kita agar jangan sampai hal buruk terjadi di Bali.

“Tingkatkan keamanan, tetap mawas diri serta siapkan tim untuk kegawat daruratan yang bereaksi cepat,  “ pungkasnya.

Selain peningkatan kerjasama dalam hal penanganan kondisi gawat darurat, Pastika juga ingin meningkatkan kerjasama dalam sektor pendidikan dengan menjalin kerjasama dengan universitas universitas yang ada di Bali dengan universitas yang ada di Australia khususnya di Darwin.

Menanggapi hal tersebut Helena Studdert menyambut baik rencana kerjasama dalam hal kegawat daruratan tersebut. Ia membenarkan Darwin memang memiliki sistem penanganan gawat darurat yang dilengkapi dengan peralatan canggih serta tenaga yang terampil yang memang khusus dilatih untuk hal tersebut termasuk didalamnya pula tenaga medis serta rumah sakit rumah sakit yang siap dan sigap dalam penanganan kondisi  gawat darurat. Konjen yang baru menduduki pos barunya tersebut menyambut baik keinginan Pemprov.

Ia menyampaikan setiap tahunnya tingkat kunjungan wisatawan Australia ke Bali terus meningkat. Di tahun 2014 kunjungan warga negaranya ke Bali mencapai 900 000 jiwa dan ditahun 2015 meningkat menjadi 1 juta jiwa.

Untuk itu pihaknya amat mendukung kerjasama yang akan terjalin agar nantinya warga negaranya yang akan berlibur ke Bali merasa aman dan nyaman berlibur ke Bali mengingat Bali sudah dilengkapi keamanan serta penanganan gawat darurat berstandar Internasioanal . Peningkatan kerjasama intelijen juga harus terus ditingkatkan dengan saling bertukar informasi penting tentang situasi keamanan.

“ Kita sangat konsen tentang keamanan dan kami menyambut baik upaya yang dilakukan Pemprov Bali, “ imbuhnya. Ia menegaskan pihaknya akan siap membantu Pemprov Bali dalam mewujudkan rencana tersebut.

Kedepannya ia juga berharap peningkatan kerjasama dalam bidang lainnya juga akan terbentuk sehingga hubungan Bali dan Australia akan terus meningkat. “ Bali adalah rumah kedua bagi warga kami, dan banyak warga negara kami ada di Bali.  Saya harap kerjasama kita akan terus meningkat, “ imbuhnya.    (SB-hum)

Comments

comments