Pastika Harap Otonomi Khusus Asimetris Untuk Bali

107

Gubernur Bali saat menerima audiensi dari  Riris Katharina

SULUHBALI.CO, Denpasar – Made Mangku Pastika menegaskan bahwa otonomi khusus yang diperjuangkan masyarakat Bali bukan Otonomi Khusus seperti Nangro Aceh Darusalam ataupun Otonomi Khusus seperti di Papua. Otonomi Khusus yang diinginkan Bali lebih dikenal dengan Otonomi Khusus Asimetris .

Demikian disampaikan Gubernur pada saat menerima audiensi dari  Riris Katharina, S.Sos, M.Si anggota Peneliti Politik Dalam Negeri dari Pusat Pengkajian Pengelolaan Data dan Informasi (P3DI) Sekretariat Jenderal DPR RI hari Kamis, (26/9).

Ditambahkan lagi bahwa Otonomi khusus asimetris maksudnya suatu otonomi daerah dimana hanya ada beberapa hal tertentu yang perlu  mendapat perhatian khusus. Dalam hal ini Provinsi memiliki peran dan kewenangan yang lebih besar dalam beberapa hal seperti tata ruang wilayah dan perencanaan pembangunan.

Tujuan Audiensi ini adalah dalam rangka penelitian dengan tema “Relevansi Otonomi Khusus dalam Konteks Negara Kesatuan”.

Yang menjadi fokus pertanyaan tim peneliti kepada Gubernur menyangkut masalah Otonomi Khusus antara lain, Faktor  yang mendorong Bali memperjuangkan Otonomi Khusus, bagaimana pelaksanaan UU no 32 tahun 2004 di Bali, bagaimana dengan dukungan para Bupati, apa yang menjadi tuntutan Bali dari Otonomi khusus itu sendiri dan bagaimana hubungan Otonomi Khusus dengan konsep negara NKRI. (SB-hum)

Comments

comments

Comments are closed.