Pastika Harap Bali Juga Pengekspor Daging Sapi

47
Mangku Pastika saat menerima audiensi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita, di Ruang Kerja Gubernur Bali.

SULUH BALI, Denpasar – Masih rendahnya harga sapi Bali  saat ini menjadi perhatian serius Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Ke depan ia mengharapkan adanya sebuah penelitian dan kajian dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dari sapi maupun daging sapi Bali. Demikian disampaikannya saat menerima audiensi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita, di Ruang Kerja Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (1/12).

“Saat ini sapi bali itu harganya sangat murah, jadi susah petani kita akan sejahtera kalau harganya masih murah seperti itu,” ungkap Pastika yang menekankan jika ingin harganya naik, kualitasnya juga harus diperhatikan. Oleh karena itu, ia sangat mengharapkan adanya upaya yang bisa dilakukan oleh pihak terkait guna meningkatkan kualitas dari sapi bali tersebut. “Kalau bisa harganya 20 jutaan saja satu ekor, saya yakin banyak yang mau beternak sapi Bali dan akan kaya petani kita,” imbuh Pastika.

Lebih lanjut disampaikan Pastika, ia sangat mengharapkan Bali mampu menjadi pengekspor daging sapi, dan bukan hanya sapi,  karena hal tersebut akan memiliki nilai tambah. Setiap bagian dari daging sapi termasuk kulitnya memiliki harga jual yang sangat tinggi, terlebih  jika kualitasnya juga baik.

“Jadi intinya kembali pada peningkatan kualitas tadi, kalau kualitasnya sudah bagus, kenapa tidak kita saja yang mengolahnya, dagiungnya itu banyak niali jualnya,” tutur Pastika yang menginginkan agar kedepan dengan adanya peningkatan kualitas sapi Bali, setiap hotel dan restoran yang ada di Bali menggunakan daging sapi Bali sehingga hal tersebut akan lebih memberikan keuntungan bagi para petani di Bali.

Sementara itu Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah menjajaki lokasi yang nantinya akan dijadikan sebagai tempat pembibitan sapi Bali.

Di tahun 2017 ini pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Peternakan  dan Kesehtan Hewan Provinsi Bali melakukan sebuah riset dengan menggunakan 100 ekor bibit sapi Bali yang nantinya akan diberikan pakan khusus dengan kualitas yang bagus dan diharapkan akan menghasilkan sapi bali yang memiliki kualitas yang bagus.

Namun hal tersebut akan membutuhkan waktu yang lama dan Standar Operationg Procedure (SOP) yang ketat serta sumber daya manusia yang berkualitas, dikarenakan proses tersebut akan membutuhkan penanganan yang intensif. (SB-humprov)

Comments

comments