Pastika Gugah Generasi Muda Untuk Ajegkan Bali Lewat Pertanian

158

SULUH BALI, Bangli – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak anak muda untuk mengajegkan Bali dengan cara tidak meninggalkan pertanian yang merupakan jati diri masyarakat Bali. Hal itu disampaikannya pada acara Pemberian penghargaan dan hadiah Kepada Unit Sistem Pertanian terintegrasi ( Simantri) Berprestasi Tingkat Provinsi Bali 2016 bertempat di Simantri 445, Kelompok Tani Dwita Gangga Dukuh Sari Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (26/8).

Semangat anak muda diharapkan mampu mengembalikan mengembalikan wajah pertanian Bali menjadi jati diti yang sebenarnya. “Saat ini usia para petani kita di atas 50 tahun, jadi saya harapkan melalui program Simantri ini anak muda mulai melirik sektor pertanian demi menjaga tanah dan warisan leluhur Bali,” jelasnya.

Selain itu dia juga menyatakan kebanggaan dan kebahagiaanya akan perkembangan Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) dewasa ini. Pastika mengingat bagaimana dulu susahnya memperjuangkan pembangunan simantri karena ditentang berbagai pihak namun saat ini hasil positifnya sudah mulai kelihatan.

“Tujuan utama Simantri adalah bagaimana meningkatkan pendapatan petani, bukan plihara sapi tok. Tapi bagaimana kita integrasikan peternakan dan pertanian agar bisa mensejahterakan petani,” tuturnya di depan para anggota Simantri dan pendamping simantri.

Selain untuk meningkatkan taraf ekonomi para petani, keberadaan Simantri juga diharapkan bisa menarik minat anak muda untuk kembali ke jati diri yaitu bertani, mengurangi alih fungsi lahan yang begitu cepat serta mengurangi polusi tanah yang diakibatkan oleh pupuk kimiawi dengan cara menggunakan pupuk kompos dan bio urine hasil simantri.

Dalam kesempatan itu, Pastika yang didampingi oleh Jajaran Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali, berharap agar Simantri terus dikembangkan, mengingat program ini juga sangat sejalan dengan ajaran Hindu ( Vedic-Agriculture System) atau program pertanian yang berlandaskan nilai-nilai spiritual sekaligus kearifan lokal. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus bekerja keras mengembangkan simantri sehingga bisa menarik perhatian ilmuwan manca negara untuk terus menelitinya.

“Kita sedang menjajaki kerjasama di bidang pertanian dan pupuk organik dengan jepang, khususnya dengan Kumamoto dan Osaki. Bahkan sekarang wakil walikota Osaki Tojo Masaha hadir secara langsung di sini. Seharusnya kita bangga, ide simantri yang sederhana ini ternyata sangat bermanfaat dan bisa menarik perhatian negara lain,” bebernya.

Ke depan dia berharap keberadaan Simantri bisa memberikan efek nyata bagi para petani. Mengenai beberapa unit Simantri yang kurang berhasil, Pastika  berharap acara pemberian penghargaan dan  hadiah ini akan memotivasi mereka untuk terus kembangkan simantri sehingga mampu berguna bagi petani dan rakyat pada umumnya. Demi menggugah semangat bertani, orang nomor satu ini juga mengundang ahli pertanian untuk menciptakan varietas baru dari hasil lokal yang mampu bersaing dengan produk unggulan di dunia.

“Jika bisa ahli pertanian ciptakan jeruk Kintamani yang besar, manis dan tanpa batu sehingga bisa diekspor ke luar negeri. Bayangkan jepang yang tanahnya tidak sesubur kita bisa terus hasilkan varietas unggulan dengan harga yang jauh melampaui kita. Seharusnya SDM kita diasah hingga mampu bersaing di kancah global,” tandasnya. Pastika juga menegaskan harapannya bisa menjadikan Simantri  salah satu program yang mengantarkan Bali menuju green Province  (Provinsi Hijau) dengan pencapaian 1000 gapoktan di tahun 2018.

Sementara Kepala Dina Pertanian Tanaman Pangan Provinis Bali  Ida Bagus Wisnuardhana melaporkan jika lomba Simantri ini selain bertujuan untuk melihat simantri yang telah berhasil juga bertujuan untuk memotivasi Simantri lain agar bisa berkembang lebih baik.

Dia mengakui jika tidak semua unit Simantri yang saat ini berjumlah 632 unit bisa menunjukkan hasil yang positif, bahkan ada beberapa yang tidak berjalan sama sekali. “Namun kami terus berupaya membenahi dan memotivasi dengan berbagai program, seperti pendampingan, penyuluhan, kerjasama dehgan LSM, Universitas Udayana bahkan hingga negara lain untuk memajukan program simantri ini,” jelasnya.

Selain itu, demi meringankan para petani, pihaknya juga telah mensinergikan program subsidi pupuk organik dengan Simantri sebesar Rp. 10 milyar untuk sekitar 12.500 ton pipik organik produksi simantri.

Wisnuardhana memelaporkan jumlah kelompok tani saat ini berkembang menjadi 632 kelompok dari hanya 10 kelompok di tahun 2009. Hal sama juga bisa dilihat dari jumlah sapi yang telah dibiakkan. Dari 210 ekor sapi tahun 2009 telah berkembang menjadi sekitar 11.529 di tahun 2015, sedangkan anak sapi telah berkembang menjadi 10.040 di tahun yang sama. Jumlah digester biogas sampai tahun 2015 mencapai 549 unit yang telah dimanfaatkan oleh sekitar 1.647 kk.

Dan pupuk organik yang telah diproduksi mencapai 58.814 ton dan biourine mencapai 57.814.000 liter yang mencukupi untuk luasan areal usaha tani sekutar 11.563 Ha. Keberhasilan lain Simantri juga bisa dilihat antara lain dengan menjadi salah satu dari 8 nominator penerima penghargaan Energi Prabawa tingkat nasional dari kementrian ESDM, menjadi objek studi bandung dari luar Bali hingga luar megeri, telah mampu membuka lapangan pekerja baru dan mampu menyuplai pupuk organik di Bali.

Tahun 2015 bahkan pihaknya telah melaunching SIMORI yaitu Sistem Monitoring Simantri secara online. Sedangkan tahun ini sedang dirancang program google map simantri sehingga memudahkan mencapai Sumantri yang telah tersebar di seluruh Bali. “Selain kami juga berusaha memasarkan produk-produk simantri secara online melalui website simantri,” imbuhnya.

Sementara untuk hasil lomba sendiri, setelah melalui seleksi oleh tim ahli, akhirnya ditetapkan enam pemenang dari juara I hingga harapan III.

Juara 1 sendiri diraih oleeh Kelompok Tani Dwita Gangga Dukuh Sari (Simantri 445), desa Abuan, Kintamani, juara 2 diraih imeh Kelompok Tani Ternak Telaga Sari (Simantri 453) desa Pikat, Dawan, Klungkung, juara 3 adalah Gapoktan Kerta Sari (simantri 392) Desa Duda Timur, Selat, Karangasem.

Harapan I diraih oleh Kelompok Ternak Sapu Babakan Sari (Simantri 463), Sangeh, Badung, harapan II adalah Gapoktan Amerra Buana (Simantri 421) desa Bukti, Kubutambahan, Buleleng dan terakhir harapan III diraih oleh Kelompok Tani Bhakyi Rahayu (Simantri 432) Desa Biaung, Penebel, Tabanan. Para pemenang mendapatkan hadiah berupa sapi dan uang tunai. (SB-humprov)

Comments

comments