Pastika | Fit And Propert Test KBM Tonggak Sejarah Baru Di Bali

110

Made Mangku Pastika Membuka Kegiatan Fit and Proper Test KBM. |foto-su|

 

SULUH BALI, Denpasar ­Koalisi Bali Mandara  (KBM) bisa dibilang sebagai koalisi pencetak tonggak sejarah pertama di Bali bahkan di Indonesia dalam hal pelaksanaan fit and proper test dan Uji Publik Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati serta Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota.

Hal itu diutarakan langsung oleh Ketua Pembina Koalisi Bali Mandara (KBM), I Made Mangku Pastika pada sambutannya di depan para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati serta Bakal CalonWalikota dan Wakil Walikota dari 6 Kabupaten/Kota se-Bali pada kegiatan Fit and Proper Test dan Uji Publik di Ruang Rama Sinta Hotel Ina Grand Bali Beach Sanur, Sabtu (6/6/2015).

“Ini merupakan satu tonggak bersejarah bagi kita bangsa Indonesia  termasuk di Bali belum pernah kita lakukan hal seperti ini di Bali” ungkapnya.

Pastika juga berharap bahwa kegiatan yang berlangsung selama 3 hari kedepan ini akan menjadi sebuah sejarah demi kemajuan Bali.

“Mudah-mudahan ini menjadi satu peristiwa yang baik untuk kemajuan kita kedepan terutama Bali” terangnya.

Ia juga menyatakan dengan adanya gelaran fit and proper test dilakukan secara ilmiah dan rasional dengan menghadirkan sejumlah 11 guru besar dari berbagai Perguruan Tinggi di Bali dapat diketahui secara langsung oleh masyarakat Bali.

“Ini ilmiah dan rasional oleh karena itu mudah-mudahan rakyat Bali tahu” imbuhnya.

Hasil dari fit and proper test yang dilaksanakan oleh Koalisi Bali Mandara (KBM) yang didasarkan atas rasional dan ilmiah ini kedepannya akan bisa dipertanggung jawabkan secara publik.

“Rasional dan ilmiah ini kita bisa pertanggung jawabkan” tegas Pastika. Pada kegiatan ini yang ditekankan menurutnya bukanlah terpilih atau tidak terpilih menjadi Kepala Daerah, akan tetapi kegiatan ini adalah sebuah tonggak sejarah sebagai momen penting bagi semua orang.

“Terlepas dari apakah calon itu nanti akan jadi atau tidak tetapi ini suatu momen penting bagi kita semua” jelasnya.

Pastika juga menerangkan bahwa  fit dan proper test merupakan kegiatan penting untuk dilakukan untuk mengetahui kesiapan Bakal Calon Kepala Daerah dari berbagai kemampuan dan kelayakannya serta memiliki keseimbangan antara kesiapan dan kelayakan.

“Menurut saya fit itu siap, siap fisik, siap mental, siap intelektual, propert artinya layak, tidak boleh hanya siap tetapi tidak layak” terangnya.

Setelah diadakan fit and proper test dan menghasilkan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati serta Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota yang siap dan layak, maka menurut Pastika Bakal Calon yang seperti itulah yang akan diperjuangkan mati-matian. “Hasil ini nanti baru kita perjuangkan mati-matian” tegasnya. (SB-Su)

Comments

comments

Comments are closed.