Pastika Bantu Salah Satu Warga Klungkung Yang Alami Kelumpuhan

21
Kondisi Mangku Suta di rumahnya.

SULUH BALI, Klungkung – Kondisi seorang warga, Mangku Suta (55) asal Dusun Kanginan, Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung, yang merupakan seorang Pemangku Pura Paibon dan menderita lumpuh permanen sejak jatuh dari pohon kelapa dua bulan lalu, mendapat perhatian dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang mengutus secara langsung tim reaksi cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk menyerahkan bantuan sementara serta meninjau keadaan yang bersangkutan ketempat tinggalnya, Senin (19/6).

Mangku Suta saat ditemui tim dilokasi hanya bisa terbaring lemah dilantai teras rumahnya, kedua kakinya sama sekali tidak bisa digerakkan. Musibah menimpanya saat melakoni profesi tambahan sebagai tukang panjat. Ia yang menjadi tulang punggung keluarga, saat ini hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dialami. Tak hanya memikirkan sakit yang diderita, ditengah ketidakberdayaannya, Mangku Suta juga harus memikirkan biaya hidup kedua orang tuanya yang telah renta, yakni Ketut Nari (77), dan Ketut Sunder (77), serta anak pertamanya Nengah Sandiani yang menderita epilepsi sejak balita. Sementara sang istri, Ni Wayan Kumpul (52) tidak bisa berbuat banyak, selain kurang memiliki keterampilan, wanita paruh baya ini juga buta aksara, sehingga hanya bisa membantu memasak dengan bahan makanan seadanya.

Lebih jauh, Mangku Suta menceritakan pengobatan yang dilakukan hanya pada saat baru jatuh saja, selebihnya hanya pengobatan alternatif. Kendala tidak memiliki keluarga untuk menjaga saat berobat di RS, takut tidak ada yang menghiraukan karena berasal dari pasien RTS, dan ketakutan mendapatkan jadwal tindakan operasi yang lama,  membuatnya mengurungkan niat untuk berobat hingga dilakukan operasi. Padahal menurut satu lembaga yang pernah mengunjunginya, Mangku Suta masih memiliki peluang untuk sembuh. Hal tersebutlah yang mendasari dirinya mengharapkan uluran tangan dari para donatur maupun pemerintah untuk membantu biaya pengobatan maupun biaya selama berada dirumah sakit. “Apa men yang saya pakai untuk biaya pengobatan, untuk biaya hidup saja saat ini sudah kekurangan. Saya juga takut kalau nanti lama diambil tindakan operasi, sedangkan saya tidak ada keluarga yang bisa menunggui selama di RS, yang menunggu juga perlu biaya makan selama di RS, makanya saya pasrah saja,” ujar Suta.

Kaur Kesra Desa Besan Nyoman Mudianta, yang ikut mendampingi tim kelokasi membenarkan keluarga Mangku Suta merupakan salah satu keluarga yang masuk dalam daftar RTS di Desa Besan, dan pada tahun 2012 menjadi salah satu warga penerima bantuan bedah rumah dari Pemprov Bali. Terkait pengobatan, Ia menjelaskan Mangku Suta sudah ditanggung Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga tinggal menunggu kemauannya untuk berobat hingga diambil tindakan operasi maupun tindakan lain yang diperlukan. Untuk itu, Ia pun mendorong keluarga Mangku Suta agar berembug membahas pengobatan Mangku Suta yang harus segera dilaksanakan. Untuk fasilitasi selama berada di RS, Ia pun mengharapkan bantuan dari Pemprov Bali.

Pada kesempatan itu, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa sejumlah uang tunai guna meringankan beban hidup Mangku Suta sehari-hari. Dan terkait bantuan lainnya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Melalui kesempatan itu, juga diharapkan dapat menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. (SB-humprov)

Comments

comments