Pasraman Gurukula Dikunjungi Gubernur

220

Ny. Ayu Pastika memberikan bingkisan pada murid di Pasraman Gurukula, Bangli.

SULUHBALI.CO, Bangli — Keberadaan Yayasan Pasraman Gurukula yang terletak di Kabupaten Bangli mendapat perhatian Gubernur Mangku Pastika dan Ny.Ayu Pastika. Setelah kunjungannya pada pertengahan Juli lalu, Gubernur Mangku Pastika kembali meluangkan waktu untuk bertandang ke Pasraman Gurukula pada Senin (19/8). Dalam kunjungannya kali ini, Gubernur mengajak serta Ny.Ayu Pastika dan sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemprov Bali.

Kehadiran Gubernur beserta rombongan disambut Kepala Sekolah yang merangkap Ketua I Yayasan Pasraman Gurukula I Wayan Arsada,M.Ag. Rombongan diajak keliling areal pasraman yang berada di atas lahan seluas 13 hektare tersebut. Taman-taman yang tertata sangat apik dan bersih mengundang decak kagum Ny.Ayu Pastika dan rombongan lainnya.

Wayan Arsada mengurai, yayasan pendidikan ini berkapasitas 120 siswa. Saat ini tercatat 90 siswa yang mengenyam pendidikan di pasraman yang mulai dirintis sejak tahun 2006. “Para siswa berasal dari berbagai kabupaten/kota, bahkan ada yang berasal dari luar Bali, seperti Banyuwangi dan Toraja, “ ujarnya.

Arsada menambahkan, lembaga pendidikan bernafaskan Hindu ini punya misi dalam pembentukan karakter dan spiritual anak didik. Yang menarik, lembaga pendidikan ini tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, melainkan juga menerima ‘titipan’ anak dari keluarga kurang mampu yang tidak bisa diatur di rumah.

Setelah berkeliling melihat kondisi sekolah dan asramanya, Gubernur Mangku Pastika melihat potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di Pasraman Gurukula. Untuk itu, pihaknya akan memberi perhatian khusus terhadap keberadaan lembaga pendidikan yang berdiri di atas lahan Pemprov Bali tersebut. Hanya saja, menurut dia, masih banyak hal yang perlu dikaji dalam upaya pengembangannya.

Gubernur menambahkan, lembaga ini memang punya satu kesamaan dengan SMAN Bali Mandara yaitu menerapkan sistem boarding school. Namun, keduanya  punya perbedaan dalam peruntukan. “Kalau di sini yang ditampung berasal dari latar keluarga beragam dengan tingkat kecerdasan yang berbeda-beda,” imbuhnya.

Selain itu, di Yayasan Gurukula ada jenjang PAUD hingga SMA. Namun pada prinsipnya, semua lembaga pendidikan yang ada perlu mendapat perhatian serius karena terkait dengan upaya pengentasan kemiskinan. “Masih perlu bimbingan, dukungan dan juga pembiayaan. Kita akan pikirkan agar ke depannya sekolah ini juga bisa mencetak sumber daya manusia berkualitas, ” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, secara simbolis Ny.Ayu Pastika menyerahkan bingkisan kepada anak-anak pasraman. Sebelumnya, Gubernur sudah memberikan sumbangan berupa seragam sekolah , alat-alat tulis untuk seluruh para siswa dalam menyambut tahun ajaran baru dan 1 ton beras untuk keperluan konsumsi para penghuni asrama. (SB-hum)

 

Comments

comments

Comments are closed.