Pascasarjana IHDN Gelar Pasraman Kilat di Mojokerto

39

SULUH BALI, Mojokerto – Program Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar Pengabdian masyarakat dalam bentuk kegiatan pasraman kilat se-kabupaten dan kota Mojokerto, Jawa timur pada 16-18 Juni 2017.

Kegiatan Pasraman Kilat dibuka ketua PHDI Kabupaten Mojekerto, SRi Wangi Peni di Pasraman Pura Sasana Bina Yoga, Dususn Sumber Rejo, Desa Sumber Tanggul, Kecamatan Mojosari. Pembukaan dihadiri sesepuh umat Mojokerto, umat Hindu Mojokerto.

Sementara Program Pascasarajana dihadiri Direktur Pascasarjana IHDN Denpasar, Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par yang didampingi Asisten Direktur 2, Dr. Ni Ketut Srie Kusumawardani, M.Pd, Sekretaris Prodi S3 Ilmu Agama, Dr. Ida Ayu Tary Puspa, M.Par, Kaprodi S2 Brahma Widya, Dr. I Nyoman Temon Astawa, M.Pd, Kaprodi Komunikasi serta mahasiswa S2 dan S3.

Ketua PHDI Kabupaten Mojokerto, Sri Wangi Peni, menyambut gembira pelaksanaan Pasraman Kilat ini sebagai upaya meningkatkan ajaran agama Hindu sesuai dengan kearifan lokal di Mojokerto yang terkenal dengan sebutan ‘Bumi Mojokerto’. “Sebagai umat Hindu kita kuatkan srada dan bhakti dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai warga Negara Indonesia,” katanya.

Karena itu, tema kegiatan pasraman jail ini sangat tepat, yakni “Melalui Pasraman Kilat Kita Tingkatkan Pengamalan Ajarana Agama Hindu Menuju Kejayaan NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”. “Hal ini telah kita tunjukan dalam kehidupan umat Hindu dan antar umat beragama di Jawa Timur yang sangat rukun,” ungkapnya.

Ia mengakui memang ada masalah-masalah sosial umat beragama, tapi masalah itu bisa diatasi dengan pendekatan persuasif dan mengharapkan agar kerjasama dengan Pascasarjana IHDN Denpasar dapat ditingkatkan agar kegiatan pasraman bisa berlangsung berkelanjutan.

Direktur Pascasarjana IHDN Denpasar, Ketut Sumadi menjelaskan, pengabdian masyarakat dalam bentuk kegiatan pasraman kilat yang diadakan untuk pertamakalinya se-kabupaten dan kota Mojokerto penting artinya bagi umat Hindu, karena dalam kegiatan ini diisi dengan pengkajian, pendalaman dan contoh pengamalan ajaran sesuai kearifan lokal. “Termasuk juga pengamalan nilai ajaran agama dalam konteks penguatan budaya bangsa,” katanya.

Sementara menurut Ketua panitia pelaksana, Ni Luh Wiwik Eka Putri, S.Sos.H, M.I.Kom, peserta Pasraman Kilat sebanyak 100 orang masing-masing dari Pasraman Saraswati Kota Mojokerto, Pasraman Sasana Bina Yoga dan Pasraman Telaga Widya kabupaten Mojokerto. Biaya pasraman berasal dari punia umat dan orang tua siswa. “Anak-anak sangat antusias mengikuti pasraman yang pertama kali di Mojokerto sampai ahir,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini, Pascasarjana IHDN menyerahkan punia berupa dana yang dikumpulkan secara spontan dari anggota tim pengabdian dan uparengga/saranaupacara. Tim pengabdian masyarakat IHDN memberikan materi tentang Tattwa, Susila, Acara. Di samping itu, juga diisi kegiatan yoga asanas, seni tari keagamaan, lomba mewarnai gambar, cerdas cermat, dan seni mesatua (bercerita). (SB-Skb)

Comments

comments