Pasar Galiran Yang Bersih Dan Nyaman

281

Tampak Ibu-ibu saat berbelanja di Pasar Galiran (foto-tiar)

SULUHBALI.CO, Klungkung— Klungkung melakukan terobosan dengan memperbaiki Pasar Tradisional yang merupakan pusat pasar di Kabupaten Klungkung, (14/1).

Tampak perbedaan yang sangat mencolok terlihat di pasar tradisional Klungkung. Masih dengan lokasi yang sama, akan tetapi perbedaan terlihat dari bangunan dan kebersihannya, pasar ini tadinya memang terlihat kumuh dan selalu becek, namun sekarang menjadi bersih dan deretan pedagangnya juga tertib.

Pasar yang dikenal dengan sebutan Galiran ini, merupakan pasar tradisional yang berdekatan dengan terminal Klungkung. Pasar ini memang menjadi pusat perbelanjaan bagi masyarakat Klungkung sendiri, karena di pasar ini terdapat beragam jenis kebutuhan rumah tangga yang sangat lengkap dan bisa debeli secara eceran maupun grosir, dan juga bisa dibilang berbeda dari pasar-pasar yang ada di Klungkung.

video-gustiar

Sekedar informasi, saat pengerjaan proyek pemugaran pasar ini, para pedagang dipindahkan ke areal terminal, dimana sebagian areal terminal dipinjamkan untuk sementara.

Pasar Galiran saat ini terlihat tertib karena dibuatkannya blok-blok yang dibagi berdasarkan jenis dagangan yang dijual, mulai dari blok tempat penjualan buah, peralatan persembahyangan, sayuran, bumbu-bumbu, telor dan ayam potong, sampai dengan blok yang menjual ayam kampung dan ayam ras.

Diluar blok ini terdapat kios-kios yang menjajakan makanan siap saji, meski Pemerintah Kabupaten Klungkung telah menyediakan kios-kios bagi para pedagang, akan tetapi masih banyak terlihat pedagang yang berjualan dipinggir jalan sekitar areal pasar.

Salah satu pedagang yang masih berjualan diluar mengatakan, mereka enggan pindah kedalam kios yang telah disediakan, dikarenakan omset dan keuntungan yang mereka dapat tidak mencukupi untuk membayar sewa kios tersebut.

Padahal Pemerintah Kabupaten Klungkung hanya mengenakan biaya sewa Rp. 4.000/hari untuk pedagang yang di areal blok, sedangkan yang di areal kios hanya dikenakan uang sewa sebesar Rp. 5.000/harinya. “Walaupun tidak jualan tetap dikenakan uang sewanya,” kata Wayan Sari salah satu pedagang disana.

Salah satu masyarakat yang sedang berbelanja dipasar ini Wayan mengatakan, dengan adanya perbaikan dari Pemerintah untuk pasar ini dianggapnya sangat membuat nyaman bagi pedagang maupun pembeli yang dating ke pasar ini. “Kalau sekarang lebih nyaman dan gampang untuk belanja karena tempat sudah tertata, beda dengan dulu, kan tempatnya becek, kumuh, dan jorok,” kata Wayan. (SB-Eny/Tiar)

Comments

comments