Pasang Baliho Tak Boleh Sembarangan

71

Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bali

SULUHBALI.CO, Denpasar – Pemasangan baliho terkait atribut yang bersifat pengenalan serta penetapan zona kampanye pemilihan umum legislatif segera akan diberlakukan. Sehingga pada bulan bulan berikutnya, pemasangan baliho tidak boleh sembarangan.

“Peraturan tentang pemasangan baliho dan pengenalan tersebut mulai Jumat (27/9),” kata anggota Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali Widiardana di Denpasar, Kamis.

Ia mengatakan, aturan tentang pemasangan baliho tesebut sebenarnya sudah rampung sejak 29 Agustus 2013 dan berlaku sebulan kemudian.

Aturan KPU No 15 Tahun 2013 tersebut dikeluarkan oleh KPU pusat dan zona mana saja yang boleh dan tidak menjadi wewenang KPU dan pemerintah setempat untuk menentukan.

Sementara Bawaslu daerah hanya mengawasinya saja. Bawaslu belum mendapatkan tembusan terkait penetapan zona pemasangan atribut kampanye dari KPU.

Sekarang KPU masih sedang melakukan sosialisasi terkait peraturan itu, dan nantinya para peserta pemilu hanya memasang di tepat yang ditentukan dan jika terjadi pelanggaran berkewajiban untuk melaporkan ke KPU dengan memberika rekomendasi, paparnya Pemasanga baliho yang sudah ada di beberapa sudut kota ia menjelaskan karena tidak adanya aturan jelas tentang hal itu.

“Selama ini zonanya belum diatur dan jika kita lihat di peraturan KPU peasangan atribut kampanye tidak boleh dilakukan pada fasilitas umum seperti tiang listrik, pohon taman kota, rumah ibadah dan sekolah dan jika ditemukan pelanggaran petugas Satpol PP dan pihak berwajib yang memiliki tugas untuk menghilangkanya,” ujarnya.

“Jika terjadi pelanggaran tentunya akan ada sanksi, biasanya untuk pelanggaran seperti itu sanksinya berupa admistratif seperti peringatan atau pencabutan baliho, namun jika terjadi perobekan maka bisa dikenakan pidana dan aturan untuk itu,” jelasnya.

Untuk peraturan ini akan tetap berlaku hingga masa kampanye selesai sekitar enam bulanan.

“Kampanyenya sendiri sudah berlangsung setelah tiga hari partai ditetapkan sebagai peserta pemilu dan peraturan ini akan memperjelasnya, misalnya pemasangan baliho dari partai di setiap desa hanya satu buah saja untuk calegnya hanya diperkenankan memasang baliho ukuran satu setengah kali tujuh meter,” terangnya Sekarang sifatnya masih kampanye tertutup dan belum bisa mengadakan penggalangan massa secara besar-besaran.

“bisa melakukan pengumpulan massa tapi sipatnya kecil dan diruangan tertutup, nanti 21 hari sebelum pencoblosan baru akan dilakukan kampanye terbuka,” pungkasnya. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.