Parade Ratusan Gebogan Buah Lokal

1535

Parade gebogan buah lokal di Tabanan. (foto raka wirawan)

 

SULUHBALI.CO, Tabanan — Barisan ibu-ibu yang nyuun gebogan mengular sepanjang jalan depan Kantor Bupati Tabanan menuju taman kota, Kamis sore (28/11/2013). Ada sekitar 1 km lebih panjangnya barisan tersebut, yang dibagi menjadi 2 barisan.

Pemandangan tersebut tak urung menjadi pusat perhatian warga masyarakat, pengguna jalan, wartawan dan puluhan photographer. Kompak mengenakan kebaya putih, kain batik, dengan gebogan di kepala, para ibu-ibu nampak sumringah mengikuti parade. Diumumkan saat parade sudah finish di taman kota, ada sebanyak 544 gebogan yang mengikuti parade.

gebogan-4Ibu-ibu peserta parade gebogan adalah perwakilan dari masing-masing subak yang ada di Tabanan. “Pesertanya adalah perwakilan dari masing-masing subak basah, subak kering dan kelompok tani,” kata salah seorang pekaseh dari daerah Pupuan, Tabanan. Dimana masing-masing subak tersebut, menyertakan wakilnya sebanyak 2 orang.

Sesampai di taman kota, 544 gebogan tersebut diletakkan di atas taman yang sudah berisi nomor peserta. Sehingga taman kota nampak penuh berisi deretan gebogan dengan beraneka macam buah lokal. “Panitia memang mengharuskan membuat gebogan ini menggunakan buah lokal. Tadi ada saya liat peserta yang menggunakan buah impor, mereka langsung dikembalikan,” ungkap seorang bapak yang ikut mendampingi peserta parade.

Memang terlihat semua gebogan terbuat dari buah-buahan lokal, bahkan diantaranya buah-buahan yang sudah tergolong langka. Seperti buah kasa-kasa, sentul, juuk (jeruk Bali), nenas Bali, ceroring, tuung, wani, manggis, sotong, sawo, belimbing, jambu Bali. Begitu pula beberapa pisang yang sudah mulai langka, turut ditampilkan sebagai bahan gebogan. Bahkan ada yang mengkreasikan gebogannya dengan bahan dari gula Bali. Nampak menarik dan unik memang.

Setelah acara penyerahaan penghargaan MURI kepada Bupati Tabanan, Eka Wiryastuti, karena dinilai mampu menampilkan parade gebogan dengan peserta terbanyak, oleh panitia diumumkan kalau buah-buah gebogan tersebut bebas untuk dinikmati.

Sontak saja warga yang tadinya hanya menonton menjadi kegirangan Tidak terjadi rebutan, malah ibu-ibu pemilik gebogan mempersilahkan dengan senyum ramah. “Silahkan diambil, dipilih pak,” kata seorang ibu mempersilahkan warga mencicipi buah yang di gebogan. Banyak diantara warga yang sudah puas mencicipi buah-buahan disana, merogoh tas kresek dipakai membawa buah untuk dibawa pulang. (SB-Raka Wirawan)

 

gebogan-6

 

 

 

 

 

Comments

comments