Para Ibu Minta Pembunuh Angeline Dihukum Mati

125

Guru Angeline membawa karangan bunga duka cita (foto raka).

Suluh Bali — Rumah Angeline di jalan Sedap Malam terus didatangi warga yang penasaran ingin melihat secara langsung tempat gadis mungil itu ditemukan meninggal secara mengenaskan dan dikubur dekat kandang ayam. “Sungguh biadab, sangat kejam. Tega sekali membunuh anak kecil tidak berdosa,” terdengar ungkapan berkali-kali dari ibu-ibu dan warga yang memadati jalan depan rumah Angeline, Kamis siang (11/6/2015).

Beberapa karangan bunga ungkapan simpati disandarkan di depan pintu yang terbuat dari kayu itu. Sedangkan di atas jalan masuk menuju rumah Angeline nampak bertumpuk bunga yang berisi tulisan “RIP Angeline.”

Sesaat kemudian ibu guru dan kepala sekolah SDN 12 Sanur I Ketut Ruta yang mengenakan pakaian adat membawa karangan bunga untuk Angeline. Ibu guru yang mengenakan kamben tak kuasa menyembunyikan kesedihannya. Usai meletakkan karangan bunga ia bergegas menjauh, tak kuasa menahan sedih atas kepergian Angeline yang merupakan anak didiknya. Bu guru ini hanya menggelengkan kepala sambil mengusap mata ketika ingin diwawancarai.

Hanya I Ketut Ruta, Kepala Sekolah di SDN 12 Sanur, tempat Angeline menuntut ilmu nampak tak beranjak dari lokasi rumah muridnya yang meninggal tragis itu. Laki-laki asal banjar Belong Sanur ini sangat geram atas kejadian yang menimpa Angeline. “Saya tidak terima bila kasus ini tidak diselesaikan dengan tuntas. Saya juga yakin pelakunya bukan satu orang saja,” ungkap guru Kepala Sekolah Angeline ini.

Beberapa ibu-ibu dan warga yang datang ke lokasi kejadian juga terus bertanya kepada I Ketut Ruta bagaimana keseharian Angeline di sekolah, bagaimana kondisinya, sampai kejadian tragis menimpa gadis mungil tak berdosa itu.

“Saya sengaja datang kesini karena penasaran dan merasa geram. Kok tega sekali memperlakukan gadis kecil seperti itu. Sangat keji dan biadab!” ungkap seorang ibu yang ngaku dari Kediri, Tabanan.

Sementara seorang ibu yang ngaku dari jalan Hayam Wuruk Denpasar, sambil terus memandang foto wajah cantik gadis mungil Angeline di HP Tabletnya, sesekali mengusap air mata, tak kuasa menahan rasa sedih dan iba atas kematian Angeline. “Kasihan Angeline. Saya sering lewat di jalan ini. Pernah saya lihat dia (Angeline) melewati jalan ini. Ia kelihatan kurus sekali,” ungkap ibu ini. “Sangat keji, terkutuklah siapa yang tega membunuh Angeline. Hukum seberat-beratnya, bila perlu hukum mati saja pelakunya,” ibu-ibu yang lain menimpali dengan nada emosi sambil menahan amarah. (SB-Raka).

Comments

comments