Pantau Perkembangan, Pastika Sidak Rumah Sakit Bali Mandara

140
Gubernur Pastika saat melakukan inspeksi mendadak ke proyek pembangunan RSBM. (foto-humprov)

SULUH BALI, Denpasar – Gubernur Bali Made Mangku Pastika sangat konsen terhadap kualitas Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara (RSBM) yang sudah selesai tahap pembangunannya dan mulai pengisian peralatan kesehatan. Pastika memberi perhatian khusus baik terhadap kualitas sumber daya manusia, fasilitas ruang, sarana dan prasarana yang menunjang operasional rumah sakit tersebut. Hal itu terungkap saat melakukan inspeksi mendadak ke proyek pembangunan RSBM tersebut, Kamis (16/2).

Plt Direktur RSBM, dr Gede Bagus Darmayasa, menjelaskan sementara ini RSBM sudah didukung dengan SDM dari tenaga kontrak, limpahan dari tenaga kontrak yang melayani JKBM sebanyak 65 orang. Tenaga kontrak tersebut dari berbagai disiplin ilmu, namun sebagian besar dari tenaga perawat dan bidan. “Sambil jalan di’gembleng’ dulu, buatkan kelas, panggil guru terbaik untuk mengajar bahasa Inggris dan IT”, kata Gubernur Pastika.

Menurut Pastika, salah satu persyaratan izin operasional adalah kualitas SDM-nya. Nantinya rumah sakit ini akan dioperasikan berstandar internasional sehingga ketentuan-ketentuan yang berlaku internasional harus dipenuhi. Sehingga mau tidak mau sumber daya manusianya juga harus mampu berbahasa Inggris dengan lancar.

Sesuai dengan road map Bidang Penunjang, RSUD Bali Mandara akan di’soft opening’ pada bulan Mei dan ‘Grand Opening’nya tepat saat ulang tahun Pemprov Bali pada Agustus nanti. Saat ini sedang dalam tahap pengadaan sarana dan prasarana, kelengkapan farmasi dan laboratorium, perlengkapan CSSD, sarana prasarana fasilitas pencuciandan kelengkapan dapur. Sebagian besar sarana dan prasarana tersebut sudah berada dilokasi, dan saat ini dalam proses pemeriksaan dan serah terima peralatan.

Peralatan yang ada dipastikan telah sesuai standar internasional. “Harus ada yang beda dari rumah sakit ini, bedanya adalah ditangani dengan profesional. Menyelamatkan satu jiwa manusia lebih mulia dari membuat meru tumpang solas,” tegas Pastika.

Untuk itu direncanakan tenaga medis terutama dokter spesialis akan disediakan ruangan khusus di area rumah sakit untuk melaksanakan praktek diluar jam kerjanya. Disediakan sebanyak 20 ruang klinik praktek yang dapat digunakan para dokter dengan perjanjian. Wakil Direktur Pelayanan, dr Sri Karyawati, DESS menuturkan, dengan disediakan ruang praktek dokter ini nantinya akan mempermudah dalam kontrol pasien selain mempermudah mendapatkan ijin praktek dokter.

Dengan aplikasi yang canggih, pasien praktek pun dapat lebih cepat ditangani termasuk dalam kemudahan memperoleh obat-obatan yang diperlukan. “Secara psikologis ini sangat menguntungkan, pasien akan merasa aman karena semua dokter berada disini,” jelasnya. (SB-humprov)

Comments

comments