Ilustrasi-boncel

SULUHBALI.CO, Denpasar – Ketua Panitia Sosialisasi Gerakan Pemantapan Pancasila (GPP) Bali Njoman Gde Suweta mengatakan saat ini kecenderungan ideologi Pancasila mengalami pelemahan, sehingga perlu dibangkitkan kembali guna memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kenyataan yang terjadi saat ini, tidak sedikit ditemukan upaya-upaya pelemahan terhadap Pancasila. Sebut saja di antaranya adalah perdebatan panjang yang mengarah pada peminggiran Bung Karno sebagai penggali dasar negara ini. Belum lagi beberapa pihak terus berupaya untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara,” kata Njoman Gde Suweta di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan dalam kenyataan tersebut seakan pemerintah terkesan melakukan pembiaran. Pemerintah hingga saat ini bahkan belum membuat sebuah keputusan yang tegas terkait Hari Lahir Pancasila.

Pemerintah juga tidak secara khusus menanamkan nilai-nilai Pancasila, baik di pendidikan formal maupun melalui lembaga yang memang bertugas untuk hal itu,” kata mantan Wakapolda Bali.

Yang paling baru, kata dia, ada upaya menyejajarkan Pancasila dengan UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dengan mendengungkan Empat Pilar Bangsa. Menyejajarkan Pancasila dengan ketiga pilar ini, sesungguhnya secara tidak langsung telah melemahkan posisi Pancasila secara filosofis.

Ia mengatakan, kondisi inilah yang membuat sejumlah tokoh nasional gelisah. Kegelisahan tersebut kemudian mengerucut pada kesepakatan untuk membangun kekuatan bersama. Kekuatan tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak kekuatan rakyat untuk mencapai cita-cita Kemerdekaan Indonesia.

“Gerakan ini diberi nama Gerakan Pemantapan Pancasila (GPP) dan dideklarasikan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada 5 Juli 2012,” katanya.

Suweta lebih lanjut mengatakan gerakan ini dideklarasikan oleh 271 orang tokoh serta didukung 19 organisasi. Deklarasi ini dilanjutkan dengan penyusunan pengurus organisasi GPP, yang dikukuhkan di Kantor Forum Komunikasi Purnawirawan TNI dan Polri (FOKO) pada 29 Januari 2013.

“Kami berharap gaung gerakan tersebut diharapkan mampu bergetar hingga seluruh pelosok Nusantara, termasuk di Pulau Dewata. Khusus untuk Bali, akan digelar sosialisasi GPP pada 15 September mendatang,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri seorang deklarator sekaligus Dewan Pembina GPP Try Sutrisno. Dalam sosialisasi ini juga akan dilakukan pelantikan dan pengukuhan Dewan Pembina, Tim Kajian serta Pengurus Harian GPP Bali.

Menurut dia, sosialisasi tersebut nantinya akan dihadiri oleh tokoh masyarakat serta tokoh pemuda di Bali. Antara lain para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, para guru besar dan akademisi, dosen dan guru, mahasiswa dan pelajar, pimpinan OKP, Ormas dan badan eksekutif mahasiswa (BEM), serta pimpinan partai politik di Bali.

Terkait tujuan kegiatan ini, Suweta menjelaskan salah satunya adalah untuk kembali menegaskan bahwa Pancasila adalah dasar ideologi negara. Selain itu, menyosialisasikan keberadaan serta visi dan misi Gerakan Pemantapan Pancasila.

“Untuk itu kami mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat untuk bergabung dalam gerakan ini, serta mengajak masyarakat bergerak membangun kekuatan untuk mencapai cita-cita Kemerdekaan Indonesia,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.