SULUH BALI, Denpasar – Setelah 20 tahun berkarya di Berlin, Mein Lieber Prost kembali ke Indonesia dengan mengadakan pameran tunggal. “Always and Never the Same” menjadi tema dalam pamerannya, berlangsung mulai 30 Juli – 30 September 2018 di Artspace ARTOTEL.

Pameran ini akan memperkuat misi berkelanjutan Prost yang bertujuan ‘untuk menyinari kesamaan dalam perbedaan, dan perbedaan dalam persamaan’, yang memperlihatkan serangkaian kontradiksi di dunia yang terus berubah. Pameran ini terselengara berkat kolaborasi antara Nyaman Gallery dengan ARTOTEL Sanur.

“Ini pameran pertama Prost setelah balik ke Indonesia, dan menariknya ini juga merupakan pertama kalinya Prost mau menunjukan wajahnya kepada publik. Jadi pameran kali ini sangat istimewa,” tutur Bianca perwakilan dari Nyaman Galery.

Berangkat ke Berlin dengan beasiswa dalam desain dan seni, Prost menyelesaikan studinya dengan kehormatan Summa Cum Laude dan memiliki kesempatan untuk memamerkan karya seninya di seluruh kota-kota terbaik di Eropa termasuk Berlin, Munich, Cologne. ZL’irich, Paris, Milano, dan Bristol. Gaya khas satirnya memiliki konotasi keberanian yang kuat, membuatnya diakui sebagai ‘anarkis yang bahagia, bukan vandal yang penuh amarah’.

“Banyak yang bertanya-tanya kenapa saya tidak mau menunjukan wajah saya, karena menurut saya, yang terpenting itu adalah karya bukan wajah”, ucap Prost saat di temui di ARTOTEL.

Pemilihan tema “Always and Never the Same”, dimana Prost ingin menyampaikan bagaimana setiap karya-karyanya terlihat sama tetapi berbeda. (SB-cas)

Comments

comments