Pameran Kartun “NKRI Harga Mati” di Plaza Renon

39
Suasana jumpa pers NKRI Harga Mati (foto fb).

SULUH BALI, Denpasar — Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) Bali menyelenggarakan pameran kartun nasional yang bertema “NKRI Harga Mati 2017” yang akan digelar di Plaza Renon, Kota Denpasar, 20-22 Agustus mendatang.

Ketua Panitia Pameran Kartun Nasional Jango Pramartha di Denpasar, Jumat, mengatakan kartun yang dipamerkan sebanyak 100 karya, yang digambar oleh kartunis Pulau Dewata dan sejumlah kartunis dari sejumlah kota di Indonesia.

“Para kartunis se-antero Indonesia melihatnya prihatin dengan keberadaan bangsa Indonesia yang mengalami degradasi moral dan penuh dinamika politik, bahkan kelompok-kelompok tertentu ada keinginan untuk mengganti ideologi Pancasila dengan dasar lain,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, rasa keprihatinan dan ingin membangkitkan rasa nasionalisme itu, pihaknya benisiatif menyelenggarakan ajang pameran kartun tersebut. Melalui media kartun diharapkan para generasi muda dan warga masyarakat tergugah untuk mengisi kemerdekaan RI dan membangkitkan rasa berbangsa satu, berbahasa satu, bertanah air satu adalah bangsa Indonesia.

“Kehidupan tersebut kami rasakan belakangan ini ada ancaman terhadap bangsa Indonesia dengan mengembuskan ada keinginan mengganti ideologi Pancasila,” ujar Jango Pramartha didampingi kartunis lainnya.

Ia mengatakan kartun dan karikartun bukanlah hal yang baru dalam kehidupan masyarakat. Kesenian visual yang satu ini memang ruang spesifikasi di masyarakat dalam menikmatinya. Perpaduan estetika, humor dan etika wajib dimiliki oleh seorang seniman sebelum mereka berhak menyandang gelar yang disebut “kartunis atau karikaturis”, kalau tidak dunia bisa berguncang.

Ia mengatakan dengan humor sekalipun tak pelak seorang kepala negara bisa menyatakan “perang” terhadap ketersinggungan tertentu atau masalah-masalah sensitif lainnya.

Maka dari itu, kata Jengo Pramartha, dalam berkehidupan kesenian kartun, humor harus diapit oleh dua rel yaitu etika dan estetika, sehingga sajian humor tersebut bagaikan kereta dapat berjalan mulus dan lancar.

“Dengan pameran ini kami mengajak dan mengimbau warga masyarakat untuk mewaspadai hal-hal yang tengah terjadi di lingkungan berbangsa. Bukan saja kepada masyarakat, pemerintah pun kami mengkritisi situasi yang terjadi terhadap segala ancaman keberadaan NKRI dan Pancasila,” ujarnya.

Jango Pramartha berharap semoga pameran kartun tersebut berdampak positif pada masyarakat dalam berbangsa dan bertanah air. Dan untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya pameran kartun nasional ini, antara lain kepada Plaza Renon, Arjuna Gagapan Bali dan lainnya. (SB-ant)

 

Comments

comments