Pameran Homoludens 4

232

Karya AGUS CAHAYA Reflection between two different angle #1,

Permainan Estetika

SULUHBALI.CO, Denpasar — Bentara Budaya Bali, lembaga kebudayaan nirlaba Kompas-Gramedia di Ketewel, Kabupaten Gianyar, menggelar pameran seni rupa mengusung tema “Homoludens 4” selama dua pekan, mulai Senin (9/9) hingga 24 September 2013, “Pameran tersebut menampilkan sejumlah karya terkini sebagai respons atas tema besar ‘Bermain dalam Pandangan Perupa’,” kata staf Bentara Budaya Bali (BBB) Juwitta K. Lasut yang menata pameran tersebut di Denpasar, Minggu (8/9).

Pemilihan tema, kata dia, tercermin dalam kerangka pameran yang mengacu pada konsep bahwa manusia adalah makhluk bermain. Hal ini pula yang dilakoni para perupa dengan memainkan estetika, artistika bentuk dan warna dalam kanvas, kertas, kayu, maupun media lainnya.

Juwitta K. Lasut menjelaskan, selain memberi respons kreatif atas tema pameran kali ini juga bertujuan membuka ruang baca tafsir atas karya-karya mutakhir perupa peserta pameran.

Dengan demikian, menurut dia, sangat memungkinkan menikmati memahami perkembangan estetika dan pencapaian artistika sang perupa, serta menghasilkan pengetahuan melalui penerbitan buku yang berisi refleksi kurator.

Selain itu, lanjut dia, akan mengetahui mutu artistik dan cita-rasa estetik mereka. Pameran tersebut digagas oleh Emmitan CA Gallery dengan persiapan dalam waktu yang relatif cukup lama.

Peserta pameran dari enam kota di Indonesia yang meliputi Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Batu, dan tuan rumah Bali menyuguhkan karya-karya dari seniman mumpuni dengan gaya dan umur yang beraneka.

Mereka antara lain Aan Arief Rahmanto, Aditya Novali, Agung Tato, Agus Cahaya, Agus Suwage, Agus Triyanto Br, Akiq Aw, Andy Dewantoro, Arie Diyanto, Ayu Arista Murti, Benny Wicaksono, Bob “Sick” Yudhita, dan Chusin Setiadikara.

WAYAN SUJA_Narasi Bisu _200x150cm_oil on canvas_2013
Narasi Bisu karya Wayan Suja.

Selain itu, juga Dadang Rukmana, Dewa Ngakan Made Ardana, Dipo Andy, Edo Pillu, Edo Pop, Edwin Rahardjo, Entang Wiharso, Erik Pauhrizi, Erika Ernawan, Erizal A.S., Farhan Siki, Francy Vidriani, Gusmen H., Hedi Haryanto, Heri Dono, I Made Djirna, I Wayan Suja, Ibrahim, Isa Perkasa, Joko Pramono, Joni Ramlan, Julnaidi Ms, Kun Adnyana, Made Wiguna Valasara, dan Mangu Putra.

Sebagai makhluk yang bermain, para perupa yang telah teruji kepiawaian teknisnya serta terbilang unggul secara estetik, diharapkan mampu melampaui capaiannya selama ini.

Mereka diberikan kebebasan untuk kembali menjadi anak-anak, penuh kespontanan imajinasi, serta kebebasan penciptaan.

Pameran tersebut juga disertai serangkaian diskusi seni rupa yang beranjak dari tema utama “Homoludens 4”. (SB-ant)

 

Comments

comments

Comments are closed.