“Palemahan”, Tema Gede Oka Astawa Untuk Ungkapkan Kepedulian Alam

66
Pemotongan pita menandakan pemeran resmi dibuka. (foto-suar)

SULUH BALI, Denpasar – I Gede Oka Astawa, seorang pelukis muda dengan mengusung konsep kepeduliannya kepada alam mengadakan pameran lukisan yang bertemakan “Palemahan”, bertempat di Griya Santria, Sanur. Palemahan yang dimaksud adalah hubungan manusia dengan alam, jadi disetiap lukisan yang pamerkan Oka, semua memiliki hubungan antara kedua elemen tersebut. Selain mengadakan pameran, Oka Astawa juga meluncurkan buku yang bertemakan “Narasi”.

Menurut Oka, filosofi hubungan manusia dengan alam sudah ada di Bali dari segi keagamaan, dan hal ini sering dipakai masyarakat global untuk kelajutan lingkungan hidup peduli alam.

“Kita mengambil budaya lokal di tema-tema ini. Seperti contoh lukisan dilema jadi pergolakan antara pariwisata, keuntungan, dolar dan budaya menjadi satu hal yang dilematis bagi kehidupan masyarakat Bali sekarang ini. Antara memilih untuk mempertahankan kebudayaan atau mencari keuntungan dari industri ini,” jelas Oka saat ditemui disela-sela pembukaan pameran, (Jumat 17/3).

Oka mengaku inspirasi yang didapatnya berasal dari lingkungan rumahnya. Di desanya kini beralih fungsi, lahan pertanian yang dijadikan bangunan, jalan besar dan lain sebagainya. Hai tersebut yang dijadikan ide untuk berkarya.

Made Susanta Dwitanya selaku kurator pameran menceritakan bahwa sudah mengenal Oka sejak tahun 2014. Waktu itu Oka baru pulang dari Yogjakarta. Oka Astawa merupakan alumni dari ISI Yogyakarta tahun 2009.

“Ketika itu saya diajak untuk mengunjungi studionya di daerah Tabanan, setelah itu saya melihat karya Oka. Menurut saya saat itu Oka sudah mulai menunjukan tanda-tanda dia bermain pada wilayah tema-tema diseputar alam, sehingga dari hasil diskusi kami yang intens tersebut akhirnya tercetuslah satu tema pameran ini yakni Pelemahan,” jelas Made.

Satu hal yang spesial juga buat Oka Astawa karena pembukaan pamerannya dibarengi dengan pembukaan ruangan baru Griya Santria yang telah selesai direnovasi. Griya Santria ingin memfasilitasi seniman-seniman terutama seniman Bali, maestro-maestro, seniman yang baru muncul, atau pun anak-anak sekolah.

“Saya lihat Gede Oka sangat berpotensi sekali, karya-karyanya sangat fresh dan sesuai dengan visi kita di Griya santria ini. Komitmen kami dari Griya Santria sehingga dalam setahun itu ada yang fotografi ada yang design interior, ada yang seni rupa dan ada yang masih sekolah. Jadi setelah 15 tahun galery ini kami renovasi, sehingga ruangan ini lebih besar, sehingga akan lebih banyak lukisan-lukisan yang bisa masuk, lebih tinggi jadi lukisan yang besar-besar bisa muat yang kedua ini ruangan yang dulu seperti balai wantilan yang terbuka dan sekarang tertutup sehingga ketika mengadakan workshop dan seminar meeting jadi kita bisa didalam galery dan tidak terlalu bising, dan mudah-mudahn menarik bagi seniman,” tutur I.B. Sidharta Putra. (SB-cas)

Comments

comments