“ONE DAY FOR CHILDREN” Diharap Beri Kesetaraan Pada Penyandang Disabilitas

205

Ny. Ayu Pastika ketika memakaikan kaki palsu kepada salah seorang anak penyandang disabilitas. |foto-hum|

 

SULUHBALI.CO, Denpasar – Anak merupakan aset kemajuan bangsa dan merupakan awal mata rantai manusia yang sangat menentukan wujud dan kehidupan suatu bangsa pada masa yang akan datang. Oleh karenanya, Ny. Ayu Pastika sebagai Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial  (BKKKS) Provinsi Bali  berharap ajang Gebyar Hari Anak Nasional Bagi Anak Penyandang Disabilitas (One Day For Children)  akan berdampak yang sangat positif yakni memberikan kesetaraan dalam setiap kesempatan kepada anak-anak penyandang disabilitas untuk dapat ikut berkreativitas.

Demikian disampaikan Ny.Ayu Pastika dalam sambutannya saat menghadiri acara One Day For Children,Rabu (27/8) di Yayasan Pendidikan dan Panti Guna Bina Netra Dria Raba, Jalan Serma Gede Nomor 11, Denpasar. “ Saya berharap melalui kegiatan Gebyar Hari Anak dengan menampilkan Seni dan Kreativitas Anak-Anak Penyandang Disabilitas akan memberikan dampak yang sangat positif dalam membantu membangkitkan semangat dan motivasi mereka, untuk terus belajar dan berkarya sesuai keterampilan yang mereka minati sehingga akan memberikan kesetaraan dalam setiap kesempatan”, harapnya.

Ketua Panitia, Drs.Ida Bagus Pancima menyatakan kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Yayasan Pendidikan dan Panti Dria Raba bersama Dinas Sosial Provinsi Bali, Sekolah Luar Biasa (SLB) serta Yayasan Sayangi Bali.  Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar anak-anak penyandang disabilitas dapat berkumpul, menunjukkan kebolehannya di bidang seni dan berkreasi atau menjadi pengerajin, maupun keterampilam yang lainnya.

Kepala Dinas Sosial, Drs I Nyoman Wenten menyampaikan bahwa kegiatan One Day For Children telah dilaksanakan sebanyak tiga kali yakni tahun 2012 dilaksanakan di SLB Jimbaran, tahun 2013 dilaksanakan di PSBN mahatmiya di Kediri Tabanan, dan untuk Tahun 2014 dilaksanakan di Panti Guna Bina Netra Dria Raba, Denpasar.

Wenten menambahkan kegiatan ini disamping bertujuan untuk memberikan ruang berkreativitas kepada anak-anak penyandang disabilitas, ini juga memberikan dorongan kepada orang tua dan keluarga anak penyandang disabilitas agar memberikan kesempatan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk belajar dan berlatih atas dasar kesetaraan dengan ank-anak yang lainnya.

Yayasan Pendidikan dan Panti Guna Bina Netra Dria Raba yang berdiri sejak 6 September 1957 ini memiliki 42 anak penyandang Disabilitas Tuna Netra yang saat ini bahkan sudah ada yang kuliah di Kampus ISI Denpasar, Kampus IHDN dan lain-lain.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Pastika juga berkesempatan untuk melepaskan balon ke udara sebagai tanda dibukanya acara dilanjutkan dengan meninjau pameran hasil karya anak-anak penyandang disabilitas seperti cara membaca huruf braile, meninjau mereka bermain catur serta menyaksikan mereka mengoperasikan komputer bahkan salah satu dari mereka mampu berbahasa Jerman.

Ny. Ayu Pastika sangat terharu dan bangga menyaksikan keahlian anak-anak disabilitas yang umumnya menderita tuna netra, walaupun pada umumnya mereka berbeda dari anak normal, namun mereka mampu berkarya dan berkreativitas sesuai kemampuan dan keahlian mereka. Selain itu Ny. Ayu Pastika juga menyerahkan kursi roda yang ke-1009 dari BKKKS, penyerahan kaki palsu, penyerahan Apo, serta penyerahan bayi terlantar dari Yayasan Sayangi Bali atas nama tegar dan desi kepada orang tua yang mengadopsi.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Dria Raba, Ida Ayu Pradnyani, Kepala Dinas Pendidikan, TIA Kusuma Wardani, Anggota Persatuan Orang tua Anak Disabilitas (PORTADI), dan 200 anak penyandang disabilitas dari seluruh SLB di Provinsi Bali.  (SB-hum)

Comments

comments