Oknum Satpol PP Denpasar Peras Spa Ilegal, Ditangkap

0
336

DENPASAR, SULUH BALI – Seorang pegawai kontrak Satpol PP Kota Denpasar yang juga pegawai yang diperbantukan di Kecamatan Denpasar Barat Bagus Made Putra Pardana, 27, alias Gustra menjadi tahanan Dit Reskrimum Polda Bali. Tersangka diamankan atas laporan korbannya lantaran melakukan pemerasan hingga lebih dari setahun lamanya pada Jumat (5/1).

“Saat kami amankan tersangka sedang menerima amplop yang berisi uang lima ratus ribu dari korbannya salah satu Spa di Jalan Gatot Subroto,” jelas Kasubdit III Dit Reskrimum Polda Bali AKBP I Komang Sudana pada Selasa (9/1) siang.

Tersangka mendatangi korbannya pemilik Spa Scarlet di Jalan Kembang Gading nomor 1 Gatot Subroto Timur Banjar Tonja, Dangin Puri Kangin Denpasar dan mengenalkan diri sebagai petugas Satpol PP Denpasar. Sembari melakukan pengancaman dengan menyampaikan bahwa Spa yang tidak berijin akan dilakukan razia oleh petugas. Sehingga korbannya I Wayan Gede Adi Putra menyerahkan uang sebesar Rp500 ribu kepada tersangka setiap bulannya. Dan kejadian ini sejak Januari 2017 lalu, sehingga jika diakumulasikan sebanyak Rp 6 juta diberikan kepada tersangka.

“Tim penyelidikan sebenarnya sudah mengetahui sejak lama dan saat itu kami lakukan pembuntutan,” terangnya.

Ternyata pada bulan Juli 2017 lalu tersangka sempat tertangkap oleh petugas. Namun nihil barang bukti. Sejak saat itu tersangka berhenti sebentar dan akhirnya mulai melakukan pungutan lagi. Setelah dilakukan intetograsi, tersangka mengakui bahwa melakukan di beberapa TKP lain di Denpasar. Sekitar 11 TKP telah menjadi korban sejak bulan Januari 2017.

“Sekitar empat juta lebih perbulan diterimanya. Sehingga setahun mampu mencapai tiga puluh lima juta,” imbuhnya.

Pemerasan oleh anggota Ormas Baladika tersebut dilakukanya sendiri. Hasil pungutannya pun digunakan sendiri untuk kebutuhan hidup sehari – hari. “Kami akan cek ke pemilik Spa terkait beberapa hal. Sementara kepada tersangka juga akan kami tindak lanjuti terkait pengancaman yang dilakukannya. Apakah ada keterlibatan pihak lainnantinya. Yang jelas kami sangkakan pasal 368 KUHP ancaman kurungan 9 tahun atau pasal 378 KUHP ancaman 4 tahun,” tandasnya. (rio)

Comments

comments