ilustrasi.
SULUH BALI, Mangupura – Seorang Driver Ojek Online yang akrab disapa Basid (19) kini harus mendekam dibalik jeruji penjara setelah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang bocah berusia 5 tahun.
Aksi bejad pelaku terungkap setelah korban selalu mengeluh kesakitan kepada ibunya saat buang air kecil. Saat ditanya oleh ibunyalah akhirnya korban mengakui bahwa alat vital pernah dipegang dan dimasukan jari oleh pelaku.
Kapolsek Kuta, Nyoman Wirajaya menyebutkan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum driver ojek online ini terungkap setelah adanya laporan dari orang tua korban pada Senin, 21 Mei 2018.
“Kita terima laporan dari seorang perempuan yang mengaku anaknya menjadi korban pelecehan seksual, karena tidak terima akhirnya dia (ibu korban) melapor ke polisi,” ungkapnya, Selasa (22/05/2018).
Lanjut Kapolsek, pelaku merupakan tetangga kos korban sehingga korban mudah untuk dirayu oleh pelaku. Setelah menerima laporan petugas  langsung mendatangi tempat kos pelaku di seputaran Kuta untuk meringkusnya pada saat itu juga.
Sayangnya, saat anggota kepolisian  datang ke kos pelaku ternyata pelaku sedang tidak berada di dalam kos karena sedang narik ojek. Tidak lama, pelaku yang kembali pulang ke kos langsung diamankan.
“Jadi, setelah adanya laporan kita langsung kirim anggota untuk menangkap pelaku. Tapi saat anggota kita datang ke kos pelaku ternyata sedang tidak berada ditempat karena sedang narik ojek. Saat pelaku kembali ke kos, anggota langsung menangkap dan membawa pelaku ke Mapolsek Kuta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.
Dari pengakuan pelaku diketahui tindakan pelecehan yang dilalukannya terhadap korban terjadi sebanyak 2 kali. Dimana kejadian pertama dilakukannya 3  bulan lalu dengan cara memasukan 2 jari ke alat vital korban.
Sementara kejadian kedua terjadi pada Jumat (18/05/2018) lalu. Dimana, saat itu korban sedang asyik bermain di area parkiran umum samping kos pelaku, kemudian pelaku mendekati korban dan membawanya ke pojokan parkiran mobil kemudian didudukan di atas kap mobil bernomor Z 1283 AH. Selanjutnya pelaku langsung mengeluarkan kemaluannya dan menggosok-gosokkan ke alat vital korban.
“pelaku sempet tidak mengakui perbuatannya. Namun, setelah dipaksa akhirnya pelaku mengakui bahwa sudah 2 kali melakukan pelecehan seksul terhadap korban. Kejadian pertama 3 bulan lalu dengan cara  memasukan jari ke alat vital korban dan yang kedua pada jumat kemarin dengan cara menggosokan kemaluan korban ke alat vital korban. Sampai sekarang  korban masih kesakitan kalau sedang buang air kecil,” bebernya.
Saat ini kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum driver ojek tersebut telah ditarik Sat Reskrim Polresta Denpasar dan ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). (SB-dims)

Comments

comments