OJK Perkuat Institusi Perbankan Hadapi Dinamika Global

23
Press Confrence OJK di Bali (foto Dims)

SULUHBALI, Mangupura – Situasi perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat. Karena itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang kebutuhan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan menjadi dirasa semakin penting.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmant Walyunto yang menyebutkan untuk mereliasasikannya, diperlukan pemahaman yang holistic mengenai kondisi lingkungan yang sedang terjadi, potensi resiko yang berkembang, serta kebutuhan dari lingkungan keuangan.

“Kesiapan menghadapi krisis bukanlah proses sekali waktu, melainkan perjalanan yang tidak pernah berakhir,” ungkapnya, Kamis di Nusa Dua. (13/7/2017).

Menurut Rahmat, satu dasawarsa sejak berawalnya krisis keuangan global, telah banyak perkembangan dalam sistem perekonomian dan keuangan dunia yang terjadi selama kurun waktu tersebut.

Beragam inisiatif telah ditempuh untuk menanggulangi dampak krisis serta memperkuat sistem keuangan global, mulai dan program stimulus di berbagai negara yang ditujukan untuk mendorong kegiatan ekonomi hingga reformasi sistem keuangan global secara masif yang dipelopori oleh negara-negara anggota G20.

“Untuk mendung hal tersebut diperlukan kebijakan dan perangkat regulasi yang komprehensif serta perilaku pelaku industri keuangan yang lebih terukur dalam mengambil risiko, agar sistem keuangan dan perekonomian tetap resilient dalam mengantisipasi gejolak yang dapat muncul sewaktu-waktu,” ujar Rahmant.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dalam seminar internasional mengaku, tengah fokus memperkuat institusi keuangan untuk menjamin stabilitas dan pada saat yang bersamaan pihaknya juga dituntut harus lebih kreatif dan inovatif sesuai konteks Indonesia.

Mewujudkan stabilitas sistem keuangan sangat penting di tengah situasi perubahan ekonomi global saat ini yang berkembang cepat, lengkap dengan perubahan di dalamnya.

“Mengingat dinamika perekonomian global saat ini masih dibayangi ketidakpastian di antaranya upaya proteksionisme perdagangan Amerika Serikat, tekanan harga komoditas serta meningkatnya tensi geopolitik di berbagai belahan dunia,” terangnya.

Muliaman mengaku Tantangan lain yakni masifnya pemanfaatan teknologi di sektor keuangan yang pada akhirnya ikut mengubah pola transaksi masyarakat juga merupakan bagian dari dinamika ekonomi global.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi itu akan memberikan efisiensi dan memperluas cakupan layanan keuangan walaupun perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan gejolak nantinya.

“Diperlukan kebijakan dan perangkat regulasi yang komprehensif serta perilaku pelaku industri keuangan yang lebih terukur dalam mengambil risiko agar sistem keuangan dan perekonomian tetap bertahan dalam menghadapi gejolak yang bisa saja muncul, untuk merealisasikannya,” tambahnya.

Selain memperkuat institusi keuangan dan upaya kreatif inovatif, dalam beberapa tahun mendatang OJK akan lebih fokus terhadap dua hal lain yakni mendorong pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi lebih kepada masyarakat serta membuka akses keuangan kepada masyarakat untuk menghadapi dinamika ekonomi global. (Sb-Dims) 

 

Comments

comments