OJK Gelar Seminar Prilaku Konsumen di Bali

41
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad saat membuka seminar (Foto - ijo )

SULUHBALI, Mangupura – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Internasional Seminar on Changing Consumer Behavior Through Financial Literacy, Financial Inclusion, and Consumer Protection pada tanggal 4-5 Mei 2017 di Nusa Dua, Bali, Kamis (04/05/2017).

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, mengungkapkan saat ini yang tergabung dalam kelompok G-20 sedang menggarisbawahi pentingnya perilaku konsumen dalam menciptakan industri keuangan yang sehat, baik dalam penyediaan produk atau jasa keuangan maupun melindungi kepentingan konsumen.

“Berbagai negara dan organisasi internasional kini tengah mengacu kepada perilaku konsumen sebagai pendukung kebijakan dan strategi perlindungan konsumen. OJK sebagai otoritas industri jasa keuangan di Indonesia juga telah memulainya sejak OJK beroperasi 2013 lalu,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad saat membuka seminar internasional.

Muliaman menyebutkan membangun membangun perilaku konsumen itu dilakukan melalui program edukasi dan literasi keuangan seperti perencanaan dan pengelolaan keuangan, pengenalan produk dan layanan jasa kuangan baik perbankan, pasar modal dan industri keuangan nonbank serta kewaspadaan dalam berinvestasi.

“Perilaku konsumen menjadi penting bagi industri jasa keuangan dan masyarakat, antara lain dapat meningkatkan permintaan (demand) terhadap produk atau layanan jasa keuangan serta mendorong lembaga jasa keuangan (LJK) untuk mengembangkan produk yang lebih menarik dan menerapkan prinsip-prinsip perlindungan konsumen sehingga berpengaruh signifikan bagi pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Seminar ini bertujuan untuk membuka wawasan bahwa aspek literasi keuangan dapat membentuk masyarakat lebih cerdas dalam memahami manfaat dan risiko sehingga lebih berhati-hati dalam memilih produk keuangan dan menghindari investasi ilegal.

Perilaku konsumen yang baik dapat membangun kesadaran akan pentingnya produk atau layanan jasa keuangan bagi peningkatan kesejahteraan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan inklusi keuangan.

Muliaman mengaku perubahan perilaku konsumen yang lebih peduli terhadap hak-hak dan kewajibannya  juga mendorong regulator untuk lebih memperhatikan aspek perlindungan terhadap konsumen k euangan.

“Perilaku keuangan yang baik antara lain tercermin dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan, pengambilan keputusan keuangan yang tepat, keyakinan dalam menggunakan produk keuangan, dan interaksi yang baik antara konsumen dengan lembaga jasa keuangan. Berbagai upaya yang telah dan akan terus berlanjut dalam upaya mengubah perilaku konsumen tersebut,” tambahnya. (SB-Ijo)

 

 

Comments

comments