OJK Berlakukan Suku Bunga Maksimum Deposito

142

Kepala OJK Provinsi Bali Zulmi. (Foto – Ijo)

 

SULUH BALI, Denpasar-  Otoritas Jasa Keungan (OJK) Provinsi Bali mencatat, Aset perbankan Provinsi Bali sejak pada September 2014 mengalami peningkat sebesar Rp. 9,37 Triliun.  Perbankan di Bali secara umum berada dalam kondisi yang baik serta menunjukan kinerja yang posistif.

“Total asset perbankan di Bali mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 total aset mencapai  Rp. 70 triliun. 2013 naik menjadi Rp. 83 triliun dan sampai dengan bulan September 2014 menjadi Rp. 92,69 triliun,” kata Kepala OJK Provinsi Bali, Zulmi, Rabu (12/11/2014).

Penyaluran kredit yang dilakukan perbankan di Bali bedasarkan beberapa lokasi Bank juga mengalami peningkatan di Bulan September 2014 sebesar mencapai Rp 61,89 triliun atau naik 12,15 persen dibandingkan dengan tahun 2013 lalu. “sebelumnya penyaluran kredit di tahun 2012 hanya sebesar Rp. 44,4 triliun dan tahun 2013 mencapai Rp.55,2 triliun,” ujar Zulmi.

Penyaluran tersebut didominasi oleh kredit produktif 63,12 persen yang terdiri dari kredit modal kerja 41,56 persen dan kredit investasi sebesar 21,60 persen. Sehingga total penyaluran kredit di Bali sebesar 42,13 persen yang tergolong sebagai kredit produktif UMKM.

Untuk Rasio Non Performing Loan (NPL) berada pada level rendah, yakni 1,14 persen atau meningkat 0,48 persen dibandingkan tahun 2013 yang hanya 0,66 persen.

Selain itu OJK sejak 1 Oktober lalu telah memberlakukan aturan suku bunga maksimum deposito sebesar 7,75 persen untuk simpanan sampai 2 miliar rupiah. Zulmi mengatakan pembatasan tersebut tidak menyulitkan sektor perbankan yang beroperasi di Bali. Pembatasan tersebut tidak membuat masalah. Kalaupun ada nasabah bank yang beralih ke Buku II dan I, jumlahnya tidak banyak.

“maksimum suku bunga deposito untuk bank Buku IV adalah 200 basis poin (bps) di atas BI rate atau 9,50 persen. Berikutnya bank Buku III maksimum suku bunga 225 bps di atas BI rate atau 9,75 persen, termasuk seluruh insentif yang diberikan secara langsung kepada nasabah. Sementara itu, aturan untuk bank Buku I dan II masih belum diatur dan masih mengacu arahan bunga simpanan dari bank besar,” ungkapnya.

Zulmi menambahkan, suku bunga di Bali tak berbeda jauh dengan LPS 7,5 persen dan masih dalam jangkauan. Menurutnya, seberapapun perubahan suku bunga di pasar tak akan memengaruhi masyarakat Bali yang dinilainya sudah sadar dengan potensial, karakter, kapasitas industri perbankan yang masih tinggi.

Pertumbuhan ekonomi Bali per kuartal III 2014 secara kumulatif masih didominasi sektor keuangan sebesar 9,10 persen, disusul sektor jasa (8,30 persen), dan sektor perdagangan, hotel, restoran (7,36 persen).

Perkembangan total aset perbankan Bali mengalami peningkatan hingga Rp 92,69 triliun per September 2014. Nominal tersebut lebih tinggi dibandingkan Rp 83,3 triliun pada 2013 dan Rp 70 triliun pada 2012. (SB-IJO)

Comments

comments