Oesman Sapta | Nyepi Hari Kebangkitan dan Kemenangan Umat Hindu

100
Oesman Sapta, Wakil Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI

SULUH BALI, Denpasar – Oesman Sapta, Wakil Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dalam sambutannya pada pembukaan Pendidikan Kepemimpinan Nasional (Pakemnas) ke- IX Peradah Indonesia menyebutkan hari Nyepi merupakan hari yang memiliki makna mendalam sebagai hari kebangkitan dan kemenangan umat Hindu.

Hari nyepi sebagai hari besar agama Hindu, menurut Oesman memiliki makna khusus bagi umat Hindu khususnya di Bali sebagai perenungan diri yang di dalamnya dilakukan dengan menjalankan brata penyepian.

“Hari raya nyepi diperingati dengan melakukan catur berata tidak menyalakan api, tidak berfoya-foya, tidak berpergian dan tidak bekerja adalah momentum umat Hindu untuk perenungan diri,” ungkapnya di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Sabtu (11/3/2017).

Brata penyepian menurutnya adalah bagian dari perenungan diri untuk memulai tahun baru saka sehingga setelah melaksanakan brata dapat membangkitkan dan keharmonisan bagi masyrakat Bali.

“Setelah melakukan perenungan diri kemudian umat Hindu menyambut tahun baru saka, sejarahnya bermakna hari kebangkitan, hari toleransi, hari kedamaian dan hari kerukunan,” ujar Oesman.

Perayaan nyepi dilaksanan dengan tulus dan membuat kagum Oesman sehingga menurutnya nyepi yang dilaksanakan oleh masyarakat Bali dan hanya ada dan dilaksanakan di Bali sebagai wujud dari kemenangan umat Hindu.

“Ini hanya bisa dilakukan oleh hati yang tulus dan ikhlas, inilah kemenangan dari umat Hindu,” ungkapnya. (SB-Skb)

Comments

comments