Nyepi Segara di Nusa Penida | Jembatan Lembongan – Ceningan Ambrol, Delapan Tewas

9378
Dua foto saat jembatan kuning ambrol dan peta Nusa Penida (foto ist).
Back

1. Jembatan Cinta

SULUH BALI, Nusa Penida – Pada hari Minggu (16/10/2016) di wilayah perairan Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan yang berada dalam satu wilayah kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung sedang dilaksanakan Nyepi Segara.

Mirip pada hari raya Nyepi pada umumnya, pada Nyepi Segara juga ada larangan beraktivitas. Bedanya, di wilayah perairan Nusa Penida ini tidak boleh ada aktivitas di perairan dan lautan sekitarnya, sehingga kapal dan perahu nelayan tidak beroperasi dari pagi, hingga keesokan harinya, Senin (17/10/2016).

Sementara itu, pada sore hari, aktivitas warga menggunakan Jembatan Kuning (yellow bridge) yang menghubungkan Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan cukup padat. Jembatan kayu yang hanya bisa dilewati kendaraan motor roda dua ini, adalah satu satunya jembatan yang menghubungkan kedua pulau wisata yang mengandalkan pantai sebagai destinasi unggulan. Jembatan ini juga mendapat julukan Jembatan Cinta.

Pada hari yang sama, sedang diadakan upacara piodalan di Pura Bakung Ceningan, sehingga penggunaan jembatan tua ini, semakin padat. Namun tiba-tiba jembatan yang panjangnya sekitar 100 meter ambrol, orang-orang dan sepeda motor di atas langsung jatuh ke laut, yang sebagian sedang surut dan sebagian airnya dalam. Keadaan panik, orang-orang yang berada di pinggiran berusaha menolong, namun upaya tidak maksimal karena matahari keburu tenggelam, sementara tidak ada penerangan yang memadai.

Berdasarkan laporan sementara Pusdalops BPBD Bali yang diterima dari Puskesmas Nusa Penida 2 dan Puskesmas Pembantu Ceningan terdapat 9 orang meninggal dunia dan 30 orang luka-luka. 8 korban meninggal yang sudah berhasil diidentifikasi adalah:

1. I Wayan Sutamat, 49, asal Jungut Batu.
2. Putu Ardiana, 45, Lembongan.
3. Ni Wayan Merni, 55, Jungut Batu.
4. I Putu Surya, 3, Jungut Batu,
5. I Gede Senan, 40, Kutampi Np.
6. Ni Wayan Sumarti, 56, Dusun Klatak.
7. Ni Putu Krisna Dewi, 9.
8. Ni Kadek Mustina, 6.

30 orang luka adalah 22 orang luka ringan dan 2 orang luka berat. Semua dirawat di puskesmas terdekat.

Menurut saksi mata, saat akan roboh ada banyak orang di atas jembatan. Sehingga jembatan tua ini sempat bergoyang-goyang sebelum akhirnya roboh. Korban yang bisa berenang berusaha menyelamatkan diri, namun ada beberapa korban yang ditemukan tenggelam.

Saksi mata yang lain menyebutkan, jembatan ini sempat diperbaiki beberapa kali, namun tidak pernah tuntas. Proses penyelamatan ditunda karena gelap, namun keesokan harinya, Senin (17/10/2016) akan dilanjutkan untuk mencari korban yang belum ditemukan.

Back