Nusa Dua Fiesta Upaya Meningkatkan Citra Pariwisata

216
Atraksi pembukaan NDF 2015 (foto Ijo).

SULUHBALI, Mangupura – Parade budaya 11 kontingen wakil hotel-hotel di kawasan ITDC (Indonesia Tourism Developtmen Coorporation), mengawali prosesi pembukaan Nusa Dua Fiesta (NDF) 2015. Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta membuka dengan pemukulan ‘tek-tekan’.

Acara yang dihelat selama 5 hari (9-13 Oktober 2015) tersebut, juga dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata Prof.Dr. Gede‎ Pitana‎, Asisten Deputi Perdagangan, Logistik, dan Kawasan Industri Kementerian BUMN‎ Agus Suharyono, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) propinsi Bali, Kadis‎parda Badung Cokorda Raka Dharmawan, Presiden ITDC IB Wirajaya, seluruh Dewan komisaris ITDC, jajaran Direksi ITDC, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali , Ketua Bli Tourism B‎oard (BTB), Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Bali serta GM hotel di kawasan BTDC.

Dalam sambutannya, Prof Gede Pitana, promosi pariwisata di Bali harus tetap dilakukan begitu juga branding agar tetap dilakukan. Sebab destinasi Pariwisata bukanlah Bali saja, jika hal tersebut tidak berpromosi tentu akan kalah dengan negara tetangga.

“Promosi sangat diperlukan dan merupakan bentuk investasi. Bali menyumbang 40 persen pemasukan dari sektor pariwisata Indonesia, Bali harus tetap berkompetisi secara internasional. Bali merupakan kolam pancing pariwisata internasional sebagai tempat berpromosi, dimana Bali adalah destinasi yang dikunjung sebanyak 4 juta wisatawan internasional dan 7,5 wisatawan nusantara,” papar Pitana.

Pitana menyebutkan, hal yang perlu dibenahi dalam sebuah festival adalah sistem promosinya. karena belum banyak yang tahu akan keberdaaan festival dan juga sebuah festival belum mampu mengundang orang untuk datang secara khusus, sehingga promosi yang dilakukan belum bisa kategorikan efektif.

“Bagi saya sebuah festival itu harus dipromosikan setahun sebelumnya, misalkan sekarang sudah dipromosikan NDF tahun depan bahwa festival ini akan kembali diadakan dengan tanggal dan even yang pasti tempat yang pasti. Saya melihat ini masih menjadi masalah hampir di semua festival di Indonesia karena mereka tidak mempunyai kepastian tanggal pelaksanaanya. Kedua kami lihat packagingnya atau pengemasannya belum menjadi sebuah atraksi wisata yang layak dijual untuk sebagai sebuah even, misalkan saja orang nonton masih dengan cara desak desakan, kalau sebuah festival kan biasanya ada kursi rapi dengan sebagainya,” terang Pitana.

Sementara itu dalam sambutan Gubernur Bali yang dibacakan Wagub Bali, Ketut Sudikerta, NDF adalah sebagai upaya pelestarian kesenian daerah dan ajang promosi yang efektif di dunia internasional. Tema yang diambil yaitu Love, Peace dan Harmoni diharapkan sebagai bentuk komitmen seluruh komponen pariwisata, sebagai bentuk prioritas pembangunan daerah, agar mampu meningkatkan pemerataan perekonomian Bali. “Kami harapkan melalui NDF juga sebagai media berkomunikasi antar seniman, serta media berpromosi kepada wisatawan,” harap Sudikerta.

Sementara itu Dirut ITDC, IB. Wirajaya disela-sela pembukaan Nusa Dua Fiesta 2015 mengatakan penyelenggaraan Nusa Dua Fiesta tahun 2015 diharapkan dapat meningkatkan citra pariwisata dan jumlah kunjungan wisatawan ke Nusa Dua khususnya dan Indonesia.

“Event Nusa Dua Fiesta yang diselenggarakan tahun 2015, mengusung tema love, peace, dan harmony. Dimana ITDC di dalam mengelola kawasan pariwisata selalu memperhatikan lingkungan. Ini untuk mewujudkan sustainable tourism dan menjaga citra kawasan pariwisata Nusa Dua agar menjadi integrated resort yang aman nyaman untuk dikunjungi. Itulah sebabnya pada malam hari ini ITDC akan memberikan repeater guest award,” ujar Wirajaya.

Nusa Dua Fiesta 2015 dijelaskannya merupakan komitmen ITDC dan seluruh pemilik hotel, villa dan fasilitas pariwisata di kawasan Pariwisata Nusa Dua, untuk mempromosikan Nusa Dua sekaligus sebagai peran aktif promosi pariwisata Bali dan Indonesia.

Keberagaman fasilitas dan daya tarik yang ada di Kawasan Nusa Dua seperti hotel vila dan apartement bertaraf internasional dengan jumlah hampir 5000 kamar, Museum Pasifika, Anti Aging Clinic, modern Spa, rumah sakit umum dan bedah plastik yang mendukung medical tourism, convention center yang berkapasitas 12 ribu.

“ITDC juga dilengkapi fasilitas theatre, serta golf court yang berada di tengah kawasan yang hijau, dengan pantai yang menawan. Ini menjadi bagian daya tarik Bali,dan dapat menjadi sarana efektif dalam mempromosikan periwisata Indonesia yang sangat kaya daya tarik budaya maupun alam yang mempesona,”imbuh Wirajaya. (SB-IJo)

Comments

comments