Nova Eliza gelar “Speak Up” Perempuan Lewat Foto di Kuta

328
Nova Eliza diantara foto foto yang dipamerkan (foto Ijo).

SULUH BALI, Mangupura – Bali dipilih menjadi kota pertama di luar Jakarta untuk digelarnya Photo art exhibition sebagai bagian dari kampanye “Suara Hati” yang ingin menyuarakan kepedulian terhadap Perempuan Korban Kekerasan dalam Kemasan Photo Seni untuk memberikan empaty kepada para perempuan yang pernah menjadi korban kekerasan sekaligus memberikan dukungan terhadap kaum perempuan Tanah Air.

Artis Nova Eliza selaku penggagas Suara Hati mengaku dipilihnya Bali sebagai kota pertama karena Bali sebagai daerah destinasi pariwisata internasional. Sehingga dengan begitu wisatawan asing yang berkunjung bisa mengetahui bahwa Indonesia tidak pernah melegalkan yang namanya kekerasan pada perempuan.

“Bali ini kan tujuan pariwisata dunia. Karena itu saya memilih Bali dengan begitu wisatawan asing yang berkunjung ke Bali bisa mengetahui bahwa Indonesia tidak pernah melegalkan yang namanya kekerasan terhadap perempuan,” ungkapnya, Rabu (27/01/2016).

Melalui Suara Hati inilah Nova mengajak seluruh wanita tanah air untuk “Speak Up” terutama bagi mereka tertindas ataupun yang pernah mengalami langsung kekerasan baik dalam bentuk kekerasan fisik maupun secara psikis.

Nova mengambarkan kampanye Suara Hati dalam bentuk Photo Art Exhibition yang memajang 40 karya dari dua Photographer yaitu Nurulita yang berkolaborasi dengan Dewandra Jelantik yang mengabadikan 60 ekpresi public figure yang menggambarkan berbagai kekerasan terhadap perempuan.

Dari 60 ekpresi tersebut hanya 40 karya diantaranya dipajang di dalam Photo Exhibition yang diselenggarakan di Beachwalk, Kuta mulai 18 Januari hingga 19 Februari 2016. Karya tersebut bukan hanya sekedar dipamerkan, melainkan karya tersebut untuk dijual seharga 1,5 juta per foto yang nantinya hasil penjualan nantinya akan didonasikan untuk perempuan konflik di Aceh.

“Karya-karya ini kami, bukan sekedar dipajang tapi kami jual seharga 1,5 juta per-karya sebagai Charity yang nantinya uang tersebut akan kita gunakan untuk membantu para wanita korban konflik di Aceh agar mereka bisa melanjutkan hidup mereka,” terangnya. (SB-ijo)

Comments

comments