Tersangka pembunuhan Arif di atas motor dan alat bonceng yang digunkan untuk membawa mayat Jumatun (foto wan)

SULUH BALI, Denpasar – Apa yang terpikir oleh Arif Santoso (36), lelaki pemulung barang bekas saat membunuh Jumatun (46), yang baru dikenalnya beberapa saat. Ternyata Arif menginginkan handphone merek cross milik Jumatun yang ditemukan, Sabtu (21/1/2017) pagi di tukad Punggawa, kawasan Kerta Dalem, Sidakarya.

Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sebuah gudang rongsokan di jalan Danau Tempe 99, Sidakarya, pelaku yang mulanya hanya ingin mendapat service seks, saat mereka berdua sedang berasyik masyuk berubah pikiran ingin memiliki HP milik korban dan lalu dengan ganas membenturkan kepala Janda asal Mojokerto ini ke tepian sisi kamar mandi.

Service seks yang dijanjikan korban, bermula ketika dini hari, Sabtu (21/1/2017) melintas berjalan kaki. Lalu Arif yang tinggal di gudang rongsokan milik bosnya ini, menawarkan untuk mengantar ke tempat tinggalnya di kawasan pantai Padanggalak, Kesiman dengan motor. Korban lalu meminta ijin untuk pergi ke toilet, Arif terus merayu dan akhirnya mereka berhubungan seks di kamar mandi, yang letaknya di sela-sela tumpukan barang bekas yang sudah ditata untuk dikirim ke pengepul utama.

TKP ini berada sekitar 1 kilometer dari lokalisasi yang dikenal sebagai lokalisasi Danau Tempe, dimana banyak pekerja seks komersial (PSK) beroperasi hingga dini hari.

Setelah tahu korban tewas, Arif yang ketakukan lalu membungkus korbannya dengan karung plastik yang digunakan untuk membungkus barang rongsokan. Lalu membawa tubuh korban dengan menempatkan gerobak yang biasa untuk mencari barang bekas. Dan membawanya pada dini hari ke sungai Punggawa, sekitar 2 kilometer dari TKP. Dan akhirnya masyarakat di sekitar Kerta Dalem gempar karena adanya penemuan mayat perempuan di sungai Punggawa. Arif kemudian kembali ke gudang rongsongkan milik bosnya dan tidur di kamarnya.

Wanita Ditemukan Dalam Karung di Sungai Sidakarya

Data Base e-KTP   

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo di sela-sela pra-rekonstruksi menjelaskan proses penangkapan memerlukan waktu tidak lebih dari sehari, tepatnya 18 jam berkat adanya teknologi berbasis data kependudukan di e-KTP. Forensik Polresta Denpasar yang bekerja cepat berhasil mengumpulkan data sidik jari, saat dicek segera ketahuan korban Jumatun asal Mojokerto, Jawa Timur dan juga bertempat tinggal di Padanggalak.

Dari kawan-kawan Jumatun di Padanggalak, disebutkan janda ini punya pacar, namun tidak ada data yang tersedia tentang hal ini.

Polisi lainnya, bekerja mengikuti petunjuk tentang karung, yang diduga pasti dimiliki para pengempul barang bekas, karena karung plastik ini panjang dan di dalamnya juga ditemukan botol aqua bekas. Polisi kemudian menyisir pusat-pusat pemulung. Salah satunya di  jalan Danau Tempe. Dan secara kebetulan di rumah pengepul sampah plastik ini ada empat kamera CCTV yang aktif. Dari data CCTV inilah, pelaku Arif terlihat bersama korban masuk ke kamar mandi. Dari kepastian ini, beberapa saksi lainnya tidak lagi diperiksa.

“Jadi tersangkanya bisa dipastikan satu orang dan motifnya ingin memiliki barang berupah Handphone,” tutup Kaporesta Hadi Purnomo. (SB-wan)

Comments

comments

Comments are closed.