Ngurah Wirawan Tersangka Korupsi Transjakarta |Ditahan

493

SULUH BALI, Jakarta — Penyidik Kejaksaan Agung, Kamis, kembali menahan satu tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bus gandeng Transjakarta tahun 2012.

Tersangka yang ditahan, “Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Pemprov DKI, Gusti Ngurah Wirawan.”

“Benar, satu tersangka bus Transjakarta ditahan kembali,” kata Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada Jaksa Agung Muda Pidana Korupsi Kejaksaan Agung Sarjono Turin di Jakarta, Kamis (11/12/2014).

Dikatakan, penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 11 hingga 1 Januari 2015 di Rutan Cabang Salemba Kejagung.

Pada Senin (8/12), Kejagung juga menahan Hasbi Hasibuan, mantan pegawai Dishub DKI Jakarta selama 20 hari ke depan.

“Penahanan itu berdasarkan surat perintah nomor 34/F.2/FD.1/12/2014,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony T Spontana.

Ia menjelaskan dasar penahanan itu karena dikhawatirkan tersangka melarikan diri, merusak barang bukti maupun mengulangi tindak pidananya.

“Karena itu dianggap perlu melakukan penahanan terhadap tersangka HH,” katanya.

Hasbi dijadikan tersangka sejak 16 Mei 2014 berdasarkan surat perintah penyidikan nomor Print 36/F.2/Fd.1/05/2014.

Hasbi diduga melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 juncto pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

“Yang bersangkutan ditahan di Rutan Kejagung Cabang Salemba,” katanya.

Sita Uang
Kejaksaan Agung juga menyita uang Rp500 juta dari Direktur Utama PT Mobilindo Armada, Budi Susanto, tersangka dugaan korupsi pengadaan bus Transjakarta pada Dishub DKI Jakarta senilai Rp1,5 triliun.

“Uang itu dititipkan ke rekening penampungan dana titipan Kejaksaan Agung pada Bank BRI,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony T Spontana di Jakarta, Kamis.

Kejaksaan Agung juga menyita sejumlah aset milik mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono di luar Jakarta.

Udar Pristono telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan busway Transjakarta dan saat ini sudah ditahan.

Penyidik Kejagung juga pada Rabu (12/11) telah menyita dua unit apartemen di Kuningan, Jakarta Selatan, menggeledah rumah di pancoran menyita tiga unit handphone, dokumen-dokumen akta jual beli, dan beberapa lembar KTP.
Sebelumnya Kejaksaan Agung menyita uang Rp800 juta milik mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan kondominium di Bali.

Kejagung menetapkan tujuh tersangka, di antaranya Udar Pristono (mantan Kadishub DKI Jakarta) dan P (Direktur Pusat Teknologi dan Sistem Transportasi di Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi/BPPT).

Dua lainnya, DA (pegawai negeri sipil pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta selaku Pejabat Pembuat Komitmen) dan ST (PNS Dinas Perhubungan DKI Jakarta selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta).
Pengadaan bus Transjakarta itu terdiri atas busway senilai Rp1 triliun dan bus peremajaan dari angkutan umum reguler senilai Rp500 miliar.

Comments

comments

Comments are closed.