Ngurah Sadika Seniman Bondres “Susik” Tutup Usia

0
2847

SULUH BALI, Singaraja — Seniman bondres dari Buleleng, Bali, Ngurah Sadika yang terkenal dengan panggilan Susik Bondres meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUB Buleleng, Selasa (15/5) pukul 04.00 wita.

I Gede Arya Darmadi alias Cimcim, anak sulung almarhum, mengatakan ayahnya diantar ke RSUD Buleleng seminggu lalu karena mengeluh sakit. Setelah diperiksa dokter mengatakan terjadi penyempitan pada tulang belakang.

“Setelah dirawat seminggu, bapak meninggal. Bapak sebenarnya juga punya riwayat disbetes sejak lama,” kata Cimcim.

Sadika yang juga biasa disapa dengan nama Sadik meninggalkan dua anak dan seorang istri. Sebagai seniman bondres, Sadika bukan hanya dikenal di Buleleng, melainkan juga digemari di seluruh Bali hingga Lombok. Dalam bondres ia memainkan tokoh perempuan dengan menggunakan topeng wajah perempuan yang lucu bernama Susik. Karena itulah ia biasa dipanggil Susik.

Dalam karir kesenimannya, Sadika bergabung dengan Sanggar Dwi Mekar pimpinan almarhum Nyoman Durpa. Setelah mengundurkan diri dari Dwi Mekar, ia membentuk sanggar sendiri bernama Sangar Susik yang sering pentas bersama grup-grup lawak di Singaraja dan Denpasar.

Dalam karirnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS), Sandika mengawali karirnya sebagai guru yang mengajar di sejumlah sekolah di Buleleng. Lalu sempat diangkat menjadi Kepala Seksi Kesenian di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Buleleng.

“Setelah menjadi kepala seksi kesenian, Bapak sempat ditarik lagi menjadi guru di Sumberkima Gerokgak, sebelum diangkat kembali menjadi Kepala Bidang Kebudayaan di Disbudpar. Terakhir Bapak ditugaskan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Buleleng,” kata Cimcim.

Rencananya, upacara pengabenan dilaksanakan 22 Mei di rumah duka di Jalan Kresna, Singaraja. (SB-ant)

Comments

comments