Ngaku Korban Pemerkosaan, Wanita Cantik Bunuh Bayinya

1493
Saat HL mereka ulang aksinya (foto Rka)

SULUH BALI, Denpasar – Wanita muda sekitar 20 tahun berinisial HL asal Sumba, mengaku dirinya diperkosa seorang kerabatnya. Namun saat dirinya hamil, lelaki tak bertanggungjawab tersebut menghilang. Karena tidak siap menanggung malu, saat bayinya lahir, HL tega membunuhnya.

Pada saat rekonstruksi di tempat kejadian perumahan Sambhada, Suwung, Kamis (15/10/2015), HL memperagakan bagaimana ia sendirian membunuh bayinya sendiri di sebuah kamar mandi ini. Ada 16 adegan yang dilakukan wanita cantik ini. Ia terlihat sangat emosioanl saat melakukan adegan ulang dengan bayi yang digantikan boneka, beberapa kali ia meragakan menusuk bayinya dengan pisau karton (disediakan oleh polisi) untuk mengantikan pisau dapur yang digunakannya saat membunuh bayinya sebulan lalu.

HL terancam hukuman 15 tahun penjara. “Terhadap pelaku kita kenakan Pasal 80 UU Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara. Juncto pasal 341 KUHP, seorang ibu yang menghilangkan nyawa anak setelah lahir untuk menutupi aib, yang ancaman hukumannya 7 tahun penjara,” ungkap AKP. Gede Sumena, Wakapolsek Denpasar Selatan, di sela-sela rekontstruksi.
Terkait pengakuan soal pemerkosaan, AKP Gede Suwena mengakui identitas pelaku sudah diketahui, “Ia masih merupakan kerabat si wanita ini, namun posisinya sekarang masih kita dalami dan kejar,” tambah AKP Gede Sumena.

Sementara itu, Yanuar Nahak selaku penasihat hukum tersangka, usai rekontruksi mengatakan kini sedang dilakukan pengumpulan bukti-bukti dari tindakan perkosaan yang dialami tersangka. “Termasuk nanti dilakukan tes DNA,” ujarnya.

Tempat kejadian untuk menghabisi nyawa bayi tersebut, merupakan perumahan yang tergolong elit namun sepi. Ruangan tempat eksekusi tersebut menyerupai kamar mandi, dengan bak besar berwarna putih yang disampingnya diletakkan meja dari kayu warna gelap dengan beberapa laci. Meski rumah tersebut kosong, ruangan di sebelah tempat kejadian itu diletakkan beberapa gaun yang tergolong mewah dengan bungkus plastik.

Saat dilakukan rekonstruksi, tidak nampak kerumunan penghuni perumahan untuk datang menyaksikan. Hanya wartawan, penyidik, beberapa wanita dari kejaksaan dan dari lembaga perlindungan anak yang memenuhi rumah di lokasi kejadian.

Dengan posisi seperti bersimpuh, tersangka dengan sebilah pisau menusuk beberapa bagian tubuh bayi yang baru lahir itu. Kemudian diletakkan ke dalam laci meja kayu yang terletak di pojok ruangan. Disamping tersangka, beberapa orang saksi juga dihadirkan untuk dilakukan reka ulang. Diantaranya pemilik rumah tempat kejadian pembunuhan bayi tak berdosa itu.

Seperti diketahui, pada Jumat (18/9/2015) lalu, HL diduga melakukan pembunuhan terhadap bayi yang dikandungnya. Karena panik dan malu, sebab anak yang dilahirkannya tanpa kehadiran laki-laki selaku ayah si bayi. Perbuatan nekat itu dilakukan di sebuah rumah di Perum Sembadha, Gang Ikan Lele, Batan Kendal, Suwung. (SB-rka).

Comments

comments