Nenek Luka Lebam Dibuang dari Bus

184

SULUH BALI, Negara – Malang nian nasib nenek ini. Luka lebam yang diderita karena dianiaya menantunya belum sembuh, harus ketakutan karena “dibuang” dari bus jurusan Denpasar lewat kota Negara yang ditumpanginya untuk pulang ke kampung halamannya. Nenek ini ditemukan warga di Negara, Jembrana, Jumat sore (14/11/2014).
Kata saksi mata Gusti Agung Krisna Dewi, “Kebetulan saat itu saya pulang dari kerja, melihat nenek ini berteriak minta tolong. Karena kasihan saya mendekati dan menolongnya.”
Nenek yang belakangan diketahui bernama Salamah (72), dengan alamat Kecamatan Sukdilo, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur ini akhirnya dibawa ke RSU Negara, karena kondisinya lemah.

Saat ditanya aparat kepolisian, nenek ini mengaku, kabur dari rumah anaknya di Denpasar, karena sering dipukuli oleh menantunya.

“Saya ingin pulang ke Madura. Saya takut ketahuan menantu saya, nanti saya dipukuli lagi,” katanya dengan bahasa Indonesia yang lancar.

Dari pemeriksaan medis, luka lebam pada kedua tangan nenek ini diduga karena penganiayaan.

Putu Yudaribawa, salah seorang karyawan toko pakan ternak yang berseberangan dengan tempat nenek tersebut ditemukan mengatakan, ia melihat Salamah diturunkan dari bus dan langsung ditinggalkan.

“Ia kelihatan bingung dan berteriak minta tolong. Saya melihat bus yang menurunkannya jurusan ke Jawa warna silver,” katanya.

Kapolsek Negara, Komisaris Made Prihenjagat langsung berkoordinasi dengan Polsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk mencegat bus, sesuai ciri-ciri yang disampaikan saksi.

Hingga berita ini ditulis, nenek Salamah masih dirawat intensif di Instalasi Rawat Darurat, RSU Negara.

Sementara Kepala Bidang Sosial, Dinas Kesejahteraan Sosial Jembrana, Endang mengatakan, pihaknya akan mengantar nenek tersebut hingga ke Pelabuhan Gilimanuk, dan diberikan ongkos untuk pulang ke Madura, Jawa Timur. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.