Nelayan Kedonganan Hilang saat Melaut

31

Sanak keluarga menunggu di pantai Kedonganan (foto Ijo).

SULUH BALI, Mangupura — Seorang nelayan Kedonganan, Juhari (67 th) hingga hari Jumat (26/12/2014) belum jelas keberadaanya. Juhari pergi mencari ikan pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 wita dengan menggunakan sampan, namun salah seorang temannya sesama nelayan menemukan sampan yang digunakan Juhairi tanpa pemiliknya terombang-ambing di tengah laut di sebelah selatan pura Uluwatu sehingga sampan tersebut dibawa kembali ke Kedonganan.

Menurut kesaksian salah seorang nelayan mengatakan, kemungkinan tali pancing dari Juhari tersangkut dan dayungnya jatuh. Sehingga ‎Juhari menyelam untuk mengambil dayungnya.

Istri korban sambil mengenakan kerudung berwarna ungu yang duduk di pasir, tak henti meneteskan air mata menanti kedatangan suaminya yang sampai saat ini tak kunjung ada kabarnya. Sebagian dari rekannya mencoba untuk melakukan pencarian, namun tidak berhasil. “Kemungkinan, Juhari menyelam karena ada kailnya yang menyangkut. Dan saat menyelam kebawa arus,” kata salah seorang nelayan.

Belum kembalinya Juhari, asal Jember ini membuat kerabat dan kelompok nelayan di Kedonganan, meminta bantuan team SAR, bersama Polair, Brimob, Sabhara Polda Bali dan TNI AL. Hujan lebat yang mengguyur sejak siang, menyulitkan tim dalam melakukan pencarian.

Sementara itu, atas seizin Kepala Kantor Basarnas Bali, Kagahar Basarnas Bali, Wiku menerangkan upaya pencarian nelayan yang hilang di pantai Uluwatu sampai saat ini terus dilakukan, yaitu dengan menerjunkan satu regu yang beranggotakan 15 orang tim SAR dan bekerjasama dengan Polair, TNI AL, Polda Bali, Brimob dan Sabhara.

“Ini masih kami lakukan upaya pencarian. Dari keterangan di lokasi, Juhari sendiri pergi melaut dari Kamis pukul 06.00 Wita dan seharusnya kembali pada pukul 15.00 Wita. Namun pada batas waktu pencarian ikan tersebut, Juhari tak kunjung datang dan hanya ditemukan perahunya saja di atas perairan Uluwatu,” ungkap Wiku.

Lanjut Wiku, pencarian Juhari sendiri telah dilaksanakan dari Kamis kemarin, mulai dari pukul 17.30 Wita. Dimana regu mencari yang bersangkutan di dua lokasi yang berbeda, yaitu di areal perairan Bali Cliff dan Kedonganan. Namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan harinya, pada Jumat pagi dengan menggunakan 1 unit sireder dari Basarnas, dari Sabara, dari Polda, Dari Bromob dan dari TNI AL. (Sb-Ijo)

Comments

comments