Mobil tahanan yang membawa sejumlah Napi Lapas Kerobokan ke Madiun (foto Ijo.)
Back

1. Napi Asal Iran

SULUH BALI, Denpasar — Sebanyak 63 napi dipindahkan dari Lapas Kerobokan dipindah ke Lapas Madiun, Jawa Timur, Rabu (27/04/2016). Diantara 63 napi tersebut 7 diantaranya merupakan napi berkewarganegaraan Asing.

Kepala Divisi Permasyarakatan, Nyoman Putra Surya Atmaja mengungkapkan bahwa salah satu dari tujuh WNA itu adalah warga Australia bernama Michael William Czugaj. Czugaj dipenjara dalam kasus jaringan narkoba “Bali Nine” dan enam WNA lain berasal dari Iran.

“Mereka semuanya dihukum seumur hidup dalam kasus narkoba. Keenam WN Iran itu adalah Mohsen Mohammadin Argasi, Alireza Sabarhanloo, Daryoush Omid Ali, Masoud Soltani Nabizadeh, Rouhollah Serish dan Saeid Shahbazi. Mereka semua masih terindikasi kecanduan narkoba. Pertimbangan lainnya, sering menimbulkan keributan di dalam (lapas),” terangnya.

Pemindahan napi tersebut ada sangkut pautnya dengan kasus keributan di dalam lapas beberapa waktu lalu, namun untuk pemindahan tersebut memutus rantai narkoba.

Nyoman Putra menuturkan petugas yang melakukan pemeriksaan beberapa kali menemukan barang bukti berupa bekas-bekas sabu-sabu dari narapidana anggota sindikat “Bali Nine” itu.

Namun, narapidana yang divonis seumur hidup tersebut tidak pernah mengaku sebagai pengedar namun hanya mengonsumsi barang haram itu yang didapat dari para pembesuk.

“Dia tidak pernah mengaku sebagai pengedar hanya memakai sendiri yang didapat dari pembesuk,” ucapnya.

Nyoman mengakui, pihaknya tidak bisa meminta mengusut temuan tersebut kepada pihak kepolisian karena pihaknya mengaku kesulitan menemukan barang bukti namun hanya sebatas bekas-bekas sabu-sabu.

Michael William, merupakan satu dari tujuh narapidana asing yang dipindahkan ke Lapas Madiun, Jawa Timur.

Enam lainnya merupakan narapidana narkotika dari Iran yang juga divonis seumur hidup. Menurutnya, keenam warga binaan dari Iran itu kerap kali membuat keributan di antara narapidana asing lainnya.

“Narapidana Iran selalu ribut di antara mereka, di antara orang asing. Setelah dipindahkan ke Madiun, mereka akan dipencar lagi,” katanya

Back