SULUH BALI, Denpasar – ‘Mustikara Batuan Ethnic Fusion’ merupakan album keroncong jazz yang digarap langsung oleh Wayan Balawan. Album ini merupakan album yang sengaja di buat untuk istri tercintanya, Mustikara. Bertempat di Colony Hub, Plaza Renon pada Minggu (29/7) lalu, Balawan memperkenalkan salah satu album terbarunya serta menghibur para pengunjung yang hadir pada hari itu.

Mustikara sendiri memang seorang penyanyi keroncong, lama malang melintang di TVRI. Namun, Balawan mengakui bahwasanya cukup susah untuk merayu sang istri agar mau ikut rekaman.

“Lama sekali saya merayunya agar mau rekaman, membutuhkan waktu 6 tahun,” ujar Balawan sambil tertawa.

Setelah Mustikara mengiyakan, jadilah satu album yang memuat beragam lagu mulai dari lagu daerah Bali seperti ‘Don Dapdape’, ‘Juru Pencar’, lalu ada ‘Keroncong Kemayoran’, ‘Bengawan Solo’ milik Gesang, ‘Selendang Sutra’ dan ‘Rayuan Pulau Kelapa’ ciptaan Ismail Marzuki, tak ketinggalan dua lagu ciptaan sang suami, Balawan, ‘Manyi Padi’ dan ‘You Make Me Happy’.

“Saya berterima kasih untuk suami saya. Album ini sebagai bentuk pendewasaan saya selama 6 tahun terakhir ini,” ucap Mustikara.

Album ‘Mustikara Batuan Ethnic Fusion’ sebelumnya sudah lebih dahulu diedarkan di Jepang dan mendapat respon yang luar biasa. Di album ini, selain bersama sang istri, Balawan juga bersama-sama dengan Batuan Ethnic Fusion untuk menampilkan ramuan musik keroncong dengan kemasan dan tampilan yang berbeda.

“Saya tidak mau mendengarkan musik keroncong yang sudah ada sebelumnya, bukannya saya sombong, melainkan saya mau mengahasilkan karya yang baru yang tidak terpengaruh dengan karya yang sudah ada,” tambah Balawan. (SB-cas)

Comments

comments