Buah Duren Bali. (foto-rk)

SULUH BALI, Tabanan – Dulu para orang tua di desa sering bilang, kalau sudah menjelang Hari Raya Nyepi biasanya akan ada musim buah. Akan banyak ada buah duren, buah ceroring, buah wani, buah kepundung dan lain-lain. Dan mereka menyebut buah-buahan tersebut sebagai buah-buahan Bali.

Entah mengapa disebut dengan buah-buahan Bali. Seperti nangka Bali, juuk Bali, duren Bali, semaga Bali, manas Bali, salak Bali.  Bisa jadi karena dulu, sebelum datangnya berbagai jenis bibit buah dari luar, hanya buah-buahan tersebut yang banyak ada di Bali.

Sekarang ini, sudah mulai musim beberapa dari jenis buah Bali itu. Terutama sekarang sedang musim buah duren. Bahkan ada yang sudah panen buah duren. Di Tabanan, khususnya daerah Penebel dan Kerambitan buah duren (durian) sedang panen raya. Karena sedang musim, buah yang dibilang paling enak ini, di desa-desa harganya menjadi relative murah.

“Kalau tahun lalu, bahkan ketika buah durian masih muda di pohonnya, sudah banyak saudagar yang datang menawar. Saudagar itu biasanya membeli dengan sistem kontrak. Tetapi sekarang sepi, tidak ada saudagar yang datang. Mungkin karena lagi musim dan hampir semua pohon duren berbuah banyak,” ungkap serorang pemilik pohon duren di daerah Penebel, Tabanan.

Bagi yang suka makan buah duren (durian), coba saja datang sambil jalan-jalan ke desa-desa sekarang ini. Akan dapat harga duren yang relative lebih murah. Lagipula durian yang dijual di desa tersebut, biasanya lebih enak dan fresh karena didapat yang baru jatuh dari pohonnya. Bukan buah durian yang dipetik, yang terkadang buah duriannya masih muda (belum matang).

Namun saat ini pohon dari buah-buahan Bali ini sudah semakin langka. Karena banyak yang sudah tua, ditebang, untuk keperluan pembanguan atau dijual. Kini semakin jarang kita lihat pohon wani misalnya. Padahal, seperti halnya durian, buah wani ini juga tak kalah enaknya dan harganyapun mahal. Meskipun pohon wani masih ada tersisa, itupun adanya di daerah pegunungan. (SB-Rk)

Comments

comments