Mövenpick Resort & Spa Tuan Rumah CIMB Conference 2017

49
Kiri ke kanan: Horst Walther-Jones, General Manager dari Mӧvenpick Resort & Spa Jimbaran Bali dan Judi Sjahrial, Managing Director dan Head of Institutional Business dari PT. CIMB Securities Indonesia (foto istimewa)

Suluh Bali, Mangapura – Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali mendapatkan kehormatan menjadi Tuan Rumah dalam penyelenggaraan CIMB 11th Annual Indonesia Conference 2017. Konferensi keuangan terbesar di Indonesia ini digelar mulai dari 3 – 5 Mei 2017 dan diikuti oleh peserta dari seluruh dunia yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Taiwan, Inggris, Amerika Serikat dan Finlandia dengan tema utama “Beyond Tax Amnesty”.

“Kami merasa terhormat bahwa Mӧvenpick Resort & Spa Jimbaran Bali telah dipilih sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan acara penting ini,” kata General Manager Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali, Horst Walther-Jones. “Kami senang bahwa kita bisa menjadi bagian dari konferensi ini yang sekaligus mempromosikan ekonomi dinamis di Indonesia kepada penanam modal internasional.”

Pada konferensi yang merupakan puncak acara, CIMB mengangkat “Beyond Tax Amnesty” sebagai tema. Dijadwalkan dari tanggal 3 sampai 5 Mei 2017 di Movenpick Resort & Spa, Bali, acara ini dihadiri oleh Bapak Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pembiayaan Anggaran dan Manajemen Resiko Kementerian Keuangan; Bapak Dody Budi Waluyo, Kepala Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia; Ibu Farah Ratnadewi Indriyani, Wakil Ketua, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal; Hendra Hartono, Pendiri dan CEO Dari PT Leads Property Services Indonesia; Bapak Edwin Syahruzad, Direktur Pembiayaan dan Investasi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero); Bapak Guntur S. Siboro, Managing Director HOOQ TV Indonesia; dan Bapak Kusumo Martanto, CEO Global Digital Niaga (Blibli.com) Diharapkan konferensi ini akan memberikan tambahan wawasan bagi para profesional di industri keuangan mengenai ekonomi Indonesia menyusul penerapan Program Amnesti Pajak.

Dalam sambutannya, Bapak Harry Supoyo, Presiden Direktur PT CIMB Sekuritas Indonesia mengatakan, “Program Amnesti Pajak telah menunjukkan kepercayaan tidak hanya dari warga negara Indonesia kepada Pemerintah, namun juga investor asing untuk pengembangan bisnis mereka di Indonesia. Salah satu indikatornya adalah perkembangan industri yang tersebar di seluruh Indonesia. ”

Program Amnesti Pajak yang diluncurkan pada pertengahan 2016 di Indonesia mencapai kesuksesan yang tinggi. Mengumpulkan sekitar Rp147 triliun, dana repatriasi dari program Amnesti Pajak dialokasikan antara lain untuk mempercepat program pengembangan industri dan ekonomi di seluruh Indonesia.

Terinspirasi oleh hal tersebut, pada kunjungan yang diselenggarakan pada tanggal 2-3 Mei 2017 di Jakarta, Bekasi dan Karawang sehubungan dengan “CIMB 11th Annual Indonesia Conference”, CIMB mengangkat tema ” Industry Development-Support to National Economy”, peserta konferensi mengunjungi beberapa komplek industri yaitu Kota Deltamas (Puradelta Lestari), Taman KLOG (Logistik Kamadjaja) dan Gudang Properti Mega Manunggal serta lokasi bisnis lainnya yaitu Cikarang Dry Port (JABABEKA) dan Rumah Lelang Adi Sarana Armada. Kunjungan ke beberapa lokasi industri tersebut memberikan gambaran transformasi dan pengembangan industri di Indonesia untuk beberapa tahun ke depan.

Menyelenggarakan acara tahunan ini untuk ke-11 kalinya, CIMB menyadari potensi Indonesia dan berkomitmen terhadap perkembangannya, oleh karena itu CIMB diterima dengan baik oleh investor unutk membantu mereka dalam perkembangan ekonomi yang dinamis ini. Sebagai salah satu konferensi keuangan terbesar di Indonesia, konferensi ini telah menarik minat peserta dari seluruh dunia yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Taiwan, Inggris, Amerika Serikat, dan Finlandia. Keberagaman peserta tahun ini mencerminkan dukungan CIMB dalam mendorong kolaborasi bisnis pan-Asia dan mempromosikan peluang investasi di seluruh ASEAN.

Pada akhir tahun 2016, PT CIMB Sekuritas Indonesia mempertahankan posisinya sebagai Perusahan Efek  terbesar ke-3 di tahun 2016, menguasai 4,2% pangsa pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah membantu Pemerintah dalam melakukan beberapa kesepakatan privatisasi antara lain, Penawaran Umum Perdana PT PP Properti, Tbk dan Right Issue PT Aneka Tambang, Tbk pada tahun 2015. Kami juga melakukan Block Trade Puradelta Lestari pada bulan Agustus 2016, yang merupakan salah satu perusahaan milik grup Sinarmas.

Sementara itu, CIMB Investment Bank adalah yang terbesar di Asia Pasifik ex-Jepang dengan kantor di pasar utama ASEAN dan di 11 negara lainnya termasuk Shanghai, Mumbai, London dan New York. Di Indonesia, CIMB Niaga adalah bank terbesar kelima di Indonesia berdasarkan aset, deposito, jaringan kredit dan jaringan cabang. (sb-cas)

 

Comments

comments